Sekolah yang Gaji Gurunya Rp 30.000/Bulan Ini Juarai Kompetisi Sains - Kompas.com

Sekolah yang Gaji Gurunya Rp 30.000/Bulan Ini Juarai Kompetisi Sains

Kompas.com - 08/02/2018, 13:43 WIB
Roja Sisti Mandari dan Luis Vigo keluar menjadi juara kategori biologi dan matematika di tingkat Kabupaten Lebong, Bengkulu. Kedua siswa MTs Zikir Pikir ini berasal dari keluarga tidak mampu. Meski demikian, mereka memiliki sejuta mimpi.KOMPAS.com/FIRMANSYAH Roja Sisti Mandari dan Luis Vigo keluar menjadi juara kategori biologi dan matematika di tingkat Kabupaten Lebong, Bengkulu. Kedua siswa MTs Zikir Pikir ini berasal dari keluarga tidak mampu. Meski demikian, mereka memiliki sejuta mimpi.

BENGKULU, KOMPAS.com — MTs Zikir Pikir, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, memborong juara kompetisi sains tingkat kabupaten.

Terdapat tiga kategori yang dilombakan dalam kompetisi sains itu, yakni matematika, fisika, dan biologi. Untuk kategori matematika, siswa sekolah ini, Luis Vigo, yang kini duduk di kelas VIII keluar sebagai juara pertama. 

Untuk bidang biologi, sekolah ini meraih juara III lewat siswanya, Roja Sisti Mandari. MTs Zikir Pikir hanya tidak menjuarai mata pelajaran fisika.

"Ini untuk kesekian kalinya MTs Zikir Pikir meraih juara pada kompetisi sains tingkat kabupaten untuk bertarung di tingkat provinsi. Jika lolos di provinsi akan mewakili Bengkulu ke tingkat nasional," kata Kepala Sekolah MTs Zikir Pikir Sukamdani, Kamis (8/2/2018).

(Baca juga: Kisah Memprihatinkan Siswa dan Guru di Pedalaman Bengkulu)

Luis Vigo, juara I kategori matematika, mengaku terkejut. Ia tidak menyangka bisa menjadi siswa terbaik tingkat kabupaten. 

"Ini kejutan. Saya tidak menyangka di tengah kondisi sekolah kami yang serba terbatas. Semoga ini dapat mengharumkan nama sekolah," ucap Luis terharu.

Hal yang sama dirasakan Roja Sisti Madari. Menurut dia, keberhasilan tersebut akan memotivasi dirinya terus belajar giat.

MTs Dzikir Pikir di Desa Tik Teleu, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, dibangun atas keprihatinan para pemuda atas kondisi pendidikan di pedalaman Bengkulu. Namun kondisi bangunan sangat mengkhawatirkan.KOMPAS.com/FIRMANSYAH MTs Dzikir Pikir di Desa Tik Teleu, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, dibangun atas keprihatinan para pemuda atas kondisi pendidikan di pedalaman Bengkulu. Namun kondisi bangunan sangat mengkhawatirkan.
Kepala MTs Zikir Pikir Sukamdani mengatakan, kedua siswa ini peraih juara lima besar di kelas. Luis Vigo juara lima dan Roja juara satu.

Kedua siswa ini berasal dari keluarga kurang mampu. Kedua orangtuanya bekerja sebagai petani penggarap dan kuli bangunan.

"Karena keterbatasan ekonomi, mereka sekolah di MTs Zikir Pikir. Di sekolah ini mereka tidak dibebani biaya sama sekali," ujar Sukamdani.

(Baca juga: Kisah Pilu di Sekolah Perbatasan Nunukan, 1 Guru untuk 1 Sekolah )

Luis yang bercita-cita menjadi tentara ini berharap, dirinya mampu melanjutkan sekolah ke SMA yang layak meski ia bingung akan ketiadaan dana.

Sementara Roja bercita-cita menjadi guru dan dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi meski ekonomi keluarganya serba kekurangan.

MTs Zikir Pikir yang berada di Desa Tik Teleu, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, sudah delapan tahun berdiri. Selama itu pula, kondisinya mengkhawatirkan.

Sekolah ini didirikan tahun 2011 oleh sejumlah pemuda setempat. Mereka mendirikan sekolah dengan semangat ingin memperbaiki dunia pendidikan di kawasan terpencil Bengkulu yang sangat memprihatinkan.

Dengan dana terbatas, sekolah pun dibangun. Gedung sekolah terbuat dari setengah papan. Hanya ada dua ruangan yang disekat menjadi empat ruangan.

Sementara untuk gaji guru yang berjumlah delapan orang tersebut, pernah selama 2 tahun tidak mendapatkan gaji. Tahun ketiga menerima gaji Rp 30.000 per bulan.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X