Jalur Puncak Ditutup Selama 10 Hari ke Depan

Kompas.com - 06/02/2018, 17:03 WIB
Petugas gabungan TNI-Polri bersama pihak terkait sedang memindahkan material longsor yang menutup badan jalan di Jalur Puncak, tepatnya di Riung Gunung, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin (5/2/2018). KOMPAS.com/Ramdhan Triyadi BempahPetugas gabungan TNI-Polri bersama pihak terkait sedang memindahkan material longsor yang menutup badan jalan di Jalur Puncak, tepatnya di Riung Gunung, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin (5/2/2018).
|
EditorFarid Assifa

BOGOR, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan menutup arus kendaraan menuju Puncak selama 10 hari ke depan terkait bencana longsor yang terjadi di beberapa titik di lokasi jalur wisata tersebut.

Penutupan dilakukan mulai dari kawasan Gunung Mas Puncak sampai dengan Ciloto, Cianjur. Di titik itu memang menjadi lokasi longsor terparah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, penutupan atau penyekatan kendaraan tersebut diambil setelah adanya kesepakatan bersama jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bogor, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG).

"Jadi mulai hari ini sampai dengan waktu 10 hari ke depan, jalan mulai dari Gunung Mas Puncak sampai dengan Ciloto itu tidak bisa dilalui," ucap Budi, saat meninjau lokasi longsor di Riung Gunung, Puncak, Bogor, Selasa (6/2/2018).

Baca juga : Menteri Basuki Sebut Longsor Puncak karena Perubahan Tata Ruang

Budi menambahkan, pihaknya segera menyiapkan payung hukum dengan membuat regulasi Peraturan Kementerian Perhubungan (Permenhub) terkait penutupan jalur Puncak tersebut. Diharapkan, regulasi itu sudah bisa ditandatangani pada Kamis (7/2/2018).

"Mulai hari ini juga atau besok, diharapkan sudah ditandatangani Pak Menteri. Jadi, kendaraan dari semua jenis sudah tidak bisa melewati jalan ini," kata Budi.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama mengatakan, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Puncak atau sebaliknya akan dialihakan lewat Sukabumi atau Jonggol.

Baca juga : Longsor Puncak, Seorang Warga Tewas, 4 Luka, 3 Hilang

Hasby berharap, masyarakat bisa memaklumi kondisi tersebut dan setelah imbauan ini tidak ada lagi trafik dari arah Jakarta maupun Bogor yang mengarah ke Puncak

"Semua kendaraan sekarang dialihkan ke jalur alternatif. Kami imbau, pengendara yang ingin ke Cianjur lewat jalur Puncak untuk putar balik. Tapi kalau hanya pergi ke daerah Megamendung atau Cisarua masih bisa dilalui kendaraan," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X