Kompas.com - 06/02/2018, 07:37 WIB
Kelenteng Tien Kok Sie di Jalan RE Martadinata Solo, Jawa Tengah, Senin (5/2/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniKelenteng Tien Kok Sie di Jalan RE Martadinata Solo, Jawa Tengah, Senin (5/2/2018).
|
EditorReni Susanti

SOLO, KOMPAS.com - Berdirinya Kelenteng Tien Kok Sie di Jalan RE Martadinata Solo, Jawa Tengah tak bisa lepaskan dari pusat perdagangan.

Di manapun penduduk Tionghoa berada, selalu dekat dengan pasar. Maka tak jauh dari pusat perdagangan itu pula akan berdiri bangunan kelenteng.

Terbukti bangunan klasik berarsitektur Tiongkok dengan warna dominan merah menyala dan kuning emas itu berdiri kokoh sampai sekarang di kawasan pusat perdagangan. Tepatnya, di selatan bangunan Pasar Gede Hardjonagoro atau lebih dikenal dengan sebutan Pasar Gede.

Tempat ibadah untuk Tri Dharma (Taoisme, Khonghucu, dan Budha) ini diperkirakan sudah berumur lebih dari 300 tahun.

 

(Baca juga : Cerita Keberagaman Dari Klenteng Kim Hin Kiong)

Dibangun sekitar 1748, tiga tahun setelah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berdiri tahun 1745. Kelenteng sebagai tempat ibadah warga dan masyarakat keturunan Tionghoa ini awalnya berada di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Geger Pecinan (pertempuran etnis Tionghoa melawan Belanda) di Kartasura membuat keraton harus pindah ke Desa Sala (tempat yang sekarang dibangun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat).

Seiring perpindahan ibu kota kerajaan, pusat nagari termasuk pusat keramaian (pasar) juga berpindah. Begitu pula dengan kelenteng.

Humas Kelenteng Tien Kok Sie Solo, Candra Halim sedang melakukan sembahyang di Kelenteng Tien Kok Sie Solo, Jawa Tengah, Senin (5/2/2018).KOMPAS.com/Labib Zamani Humas Kelenteng Tien Kok Sie Solo, Candra Halim sedang melakukan sembahyang di Kelenteng Tien Kok Sie Solo, Jawa Tengah, Senin (5/2/2018).
Kelenteng Tien Kok Sie berdiri di atas lahan seluas 250 meter persegi. Di belakang kelenteng terdapat Kali Pepe, pelabuhan kecil sebagai akses keluar masuknya perdagangan ke Solo.

Kali Pepe yang bermuara menuju Bengawan Solo ini menjadi sarana transportasi para pedagang dari berbagai luar daerah ke Solo.

"Dulu belum umum kereta api dan pesawat terbang. Naiknya itu kapal, perahu, atau getek, dan mereka (pedagang) mampirnya ke pasar ini. Pasar ini sudah lama. Bukan bangunannya, tapi pasarnya," kata Humas Kelenteng Tien Kok Sie Solo, Candra Halim saat berbincang dengan Kompas.com di Solo, Senin (5/2/2018).

(Baca juga : Mengintip Kisah Mitologi Dewa-Dewi Taoisme di Kelenteng Lasem )

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.