Nilai Ringgit Menguat, Harga Sembako dari Malaysia di Nunukan Naik hingga Rp 3.000

Kompas.com - 05/02/2018, 22:23 WIB
Sejumlah toko penjual sembako dari Malaysia di Pasar Baru Kabupaten Nunukan. Harga sejumlah sembako yang didatangkan dari Malaysia di wilayah Kabupaten Nunukan mulai merangkak naik. Kenaikan antara Rp 500 hingga Rp 3.000 dialami sejumlah kebutuhan pokok, seperti tepungm gula dan minyak goreng. KOMPAS.com/SUKOCOSejumlah toko penjual sembako dari Malaysia di Pasar Baru Kabupaten Nunukan. Harga sejumlah sembako yang didatangkan dari Malaysia di wilayah Kabupaten Nunukan mulai merangkak naik. Kenaikan antara Rp 500 hingga Rp 3.000 dialami sejumlah kebutuhan pokok, seperti tepungm gula dan minyak goreng.
|
EditorErwin Hutapea

NUNUKAN, KOMPAS.com - Harga sejumlah sembako yang didatangkan dari Malaysia di perbatasan Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, mulai merangkak naik. Kenaikan antara Rp 500 hingga Rp 3.000 berlaku untuk sejumlah kebutuhan pokok, seperti tepung gula dan minyak goreng.

“Tepung tadinya ini Rp 7.500 dijadikan Rp 8.000, minyak ini tadinya kita jual Rp 12.000 sekarang Rp 15.000. Kalau gula sebelumnya Rp 11.000 sekarang Rp 12.000, naik seribu rupiah,” ujar Haji Summang, pedagang sembako di Pasar Baru, Kabupaten Nunukan, Senin (5/2/2018).

Kenaikan harga sembako dari Malaysia, menurut H Summang, karena naiknya nilai tukar ringgit Malaysia terhadap rupiah. Saat ini nilai tukar uang satu ringgit Malaysia mencapai Rp 3.500 dari sebelumnya Rp 3.200.

“Sejak akhir tahun tukaran ringgit mulai naik, kalau harga sama karena nilai tukar naik harga juga ikut naik,“ imbuhnya.

Baca juga: Warga Bisa Dapatkan Sembako Murah di Pekan Komoditas Jakarta Timur

Larangan masuknya kapal kayu pengangkut sembako di Pelabuhan Tawau, Malaysia, juga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga barang kebutuhan pokok dari Malaysia. Untuk mendatangkan sembako dari Malaysia, terpaksa pedagang menggunakan jalur perdagangan tradisional dengan menggunakan perahu kecil.

Akhir tahun 2017, Pemerintah Malaysia kembali memberlakukan larangan masuknya kapal kayu pengangkut sembako ke negara mereka. Mereka beralasan, kapal kayu yang digunakan pedagang dari Nunukan tidak sesuai dengan standar keamanan pelayaran internasional.

Meski empat tahun terakhir Pemerintah Malaysia mulai menerapkan larangan tersebut, tetapi kapal kayu pengangkut sembako kembali diizinkan masuk setelah ada pertemuan antar-delegasi kedua negara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalani 'Rapid Test' Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Jalani "Rapid Test" Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Regional
Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Regional
Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Regional
Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Regional
Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Regional
Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Regional
Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Regional
Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Regional
Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Regional
Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Regional
Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Regional
Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Regional
Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Regional
Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X