Kompas.com - 04/02/2018, 09:45 WIB
Kompas TV Untuk menangkal kabar bohong, pemerintah terus mengkampanyekan Gerakan Nasional Literasi Digital atau Siberkreasi.
|
EditorErwin Hutapea

”Padahal, untuk mengajar literasi di kelas awal misalnya, itu tidak mudah, butuh keterampilan dan strategi khusus,” ujar La’an Laing.

Sementara itu, salah satu guru kelas 2 SDN 001 Peso, Roslina Ngau, mengaku bahwa dirinya sering kewalahan menghadapi siswa yang baru mengenal bunyi, huruf, dan kata. Siswa didiknya juga kurang tertarik jika diajak belajar membaca di dalam kelas.

Melalui pelatihan literasi yang diterima, dia mengaku mempelajari bagaimana mengajak anak belajar membaca.

”Saya baru tahu kalau anak-anak bisa diajak membaca buku cerita bersama di halaman sekolah. Saya mau mencoba cara itu,” kata Roslina.

Selain pelatihan literasi, menurut La’an Laing, sekolah dasar di wilayah perbatasan juga sangat membutuhkan ketersediaan buku bacaan. Siswa di Kabupaten Bulungan membutuhkan buku yang mampu membangun imanijasi anak, seperti komik, novel, serta buku sastra, sejarah, dan pengetahuan umum lainnya.

Minimnya ketersediaan buku membuat kebanyakan siswa di pedalaman hanya membaca buku paket belajar. ”Kami sulit menyediakan buku-buku seperti itu karena jauh dari kota,” imbuhnya.

Baca juga: Budayakan Literasi, Sekolah Ini Rutin Terbitkan Buku Karya Siswanya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun menurut Agus Prayitno, District Facilitator Inovasi Kabupaten Bulungan, dibutuhkan keteladanan, pembiasaan, dan ketersediaan buku yang berkesinambungan untuk membangun budaya membaca.

Keteladanan penting karena anak akan meniru perilaku orang dewasa yang ada di sekitarnya. Jika kepala sekolah dan guru ingin siswanya rutin membaca buku, maka mereka juga harus ikut membaca buku. “Membaca adalah kebiasaan yang harus dilakukan berulang-ulang. Kebiasaan berulang inilah yang akan menjadi kebudayaan,” ujar Agus.

Untuk membangun budaya baca di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, pemerintah provinsi bekerja sama dengan Kemendikbud melakukan uji coba Program Inovasi di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau.

Comunication Officer Program Inovasi Kalimantan Utara Erix Hutasoit mengatakan, untuk meningkatkan literasi kelas awal di wilayah perbatasan, program yang dikembangkan adalah meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya membaca, serta mendorong partisipasi orang tuadan masyarakat.

Implementasi Program Inovasi akan dilakukan melalui penguatan Kelompok Kerja Guru (KKG). Rencananya, program rintisan akan dilaksanakan di 20 sekolah dasar dengan jumlah 2.500 siswa dan 227 guru yang terlibat.

“Hasi dari program rintisan berpotensi untuk disebarluaskan di sekolah lain di Kabupaten Bulungan dan Malinau, di mana ada 244 SD dengan 2.379 guru dan 27.673 siswa,” ucap Erix.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.