Murid Aniaya Guru, Puti Soekarno Nilai Dunia Pendidikan Ternoda

Kompas.com - 03/02/2018, 09:02 WIB
Puti Guntur, calon wakil Gubernur Jawa Timur saat berkunjung di Banyuwangi Sabtu (27/1/2018) KOMPAS.COM/Ira RachmawatiPuti Guntur, calon wakil Gubernur Jawa Timur saat berkunjung di Banyuwangi Sabtu (27/1/2018)
|
EditorBayu Galih

SURABAYA, KOMPAS.com - Bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno, mengaku prihatin atas peristiwa tewasnya guru SMAN 1 Torjun, Sampang, yang meninggal karena dianiaya muridnya.

"Dunia pendidikan kita ternoda. Peristiwa itu sebagai preseden buruk di dunia pendidikan kita," kata Puti Soekarno, Jumat (2/2/2018) malam.

Hal yang membuat dia prihatin, aksi penganiayaan terjadi di sekolah, tempat belajar dan mengajar, tempat nilai-nilai moral diajarkan dan ditanamkan.

"Karena itu, dunia pendidikan harus berbenah," ujar Puti.

(Baca juga: Cerita Istri tentang Saat-saat Terakhir Guru di Sampang yang Dianiaya Siswanya)

Bukan hanya sekolah, Puti juga menilai pendidikan keluarga mesti berbenah. Sebab, dia menilai pendidikan paling efektif adalah di keluarga.

"Karena pendidikan itu tidak hanya urusan sekolah, tetapi juga keluarga. Orangtua harus turut aktif mendampingi putra-putrinya," kata cucu Presiden pertama RI Soekarno itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ahmad Budi Cahyono, guru ekstrakulikuler kesenian di SMAN 1 Sampang, Jawa Timur meninggal dunia pada Kamis (1/2/2018) malam di RSU dr Soetomo Surabaya, setelah dianiaya muridnya. Sebelumnya dia sempat dirawat di RS Sampang.

Dia dikabarkan dianiaya oleh MH, murid kelas XII, karena tidak terima perlakuan Ahmad Budi Cahyono di kelas saat jam pelajaran. Murid tersebut lantas menunggu guru kesenian itu di halaman sekolah dan terjadilah penganiayaan.

Usai aksi penganiayaan, Budi Cahyono sempat pulang dan mengeluh lehernya sakit. Dia sempat dilarikan di Rumah Sakit Sampang hingga ke RSU dr Soetomo Surabaya. Sang guru meninggal disebut akibat mati batang otak.

(Baca juga: Guru yang Tewas Dianiaya Muridnya Itu Digaji 400.000 Per Bulan)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X