Jual Harta Karun Palsu, Seorang Warga China Ditangkap di Sumba Timur

Kompas.com - 02/02/2018, 12:56 WIB
Ilustrasi FREEPIK.comIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil membekuk LX alias Mr C, warga negara Cina karena terlibat penipuan dengan modus harta karun.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, selain menangkap LX, polisi juga mengamankan seorang lainnya, yakni N alias LY, seorang WNI yang berperan ikut membantu menjalankan aksi penipuan itu.

Kedua pelaku itu, lanjut Jules, dilaporkan oleh Petrus Lorukoba A Nas, warga Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur.

"Modus kedua pelaku yakni mengelabui korban bahwa keduanya telah menemukan harta karun emas yang berbentuk uang keping China kuno dan patung Budha peninggalan kakeknya (pelaku) yang ditanam di salah satu bukit di Kecamatan Umalalu, dan selanjutnya dijual kepada korban," kata Jules kepada Kompas.com, Jumat (2/2/2018).

Jules menjelaskan, sebelum mencari harta karun tersebut, sehari sebelumnya kedua pelaku sudah lebih dulu menggali lubang di bawah pohon, kemudian memasukkan pot bunga yang sudah pecah serta semua emas palsu yang dibawa dari China. Keduanya kemudian menimbun kembali lubang tersebut dengan batu, tanah serta dedaunan.

Pada keesokan harinya, lanjut Jules, kedua pelaku bersama korban menuju bukit tempat "harta karun" tersebut, dengan membawa linggis dan alat deteksi logam.

Baca juga : Warga OKI Heboh Mencari Harta Karun Kerajaan Sriwijaya

Setelah sampai di lokasi, kedua pelaku langsung mengali dan berpura-pura telah menemukan harta karun peninggalan kakeknya.

"Awalnya korban tak langsung percaya begitu saja, namun setelah sampai di rumah korban, pelaku mencoba meyakinkan dengan mengambil salah satu uang keping China kuno dan digergaji. Setelah itu, pelaku mengambil potongan emas asli yang sudah disiapkan pelaku dan ditunjukkan kepada korban untuk dites keasliannya,” ungkap Jules.

Setelah potongan emas tersebut dites dan dinyatakan asli, pelaku menawarkan harta karun palsu tersebut kepada korban seharga Rp 2,5 miliar, namun ditawar oleh korban menjadi Rp 1,5 miliar.

Pelaku pun meminta uang muka sebesar Rp 600 juta kepada korban dan disanggupi oleh korban.

Setelah kedua pelaku pulang ke penginapan, korban langsung mencocokkan potongan emas dengan uang keping China yang telah digergaji.

Namun korban melihat ketidakcocokan antara emas asli dan uang keping China yang sudah ada bekas gergaji. Korban kemuian membawa emas tersebut ke Waingapu (Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur) untuk dites dan hasilnya emas itu palsu.

“Korban lalu menghubungi anggota KP3 Udara dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kamalaputi Bripka Dominggus Wabang untuk mencegat tersangka di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, karena korban berjanji kepada tersangka akan membayar uang muka di bandara itu, saat tersangka akan berangkat kembali ke Bali,” sebut Jules.

Baca juga : Mengaku Bisa Tarik Harta Karun, Dukun Palsu Tipu Korbannya Rp 162 Juta

Dari tangan kedua pelaku, lanjut Jules, polisi menyita barang bukti berupa 52 buah logam berwarna kuning keemasan dengan bentuk seperti perahu atau uang keping China kuno.

Polisi juga mengamankan tiga buah logam berwarna kuning keemasan dengan bentuk seperti patung Budha yang ditotal beratnya 6,7 kilogram, satu keping potongan emas asli dengan berat 5,38 gram dan kartu identitas para pelaku.

"Saat ini, kedua pelaku telah ditahan di Markas Polres Sumba Timur," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Regional
Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Regional
Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Regional
Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Regional
Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Regional
136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

Regional
Surplus Beras Tiap Tahun, Pj Gubernur Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan untuk Ibu Kota Baru

Surplus Beras Tiap Tahun, Pj Gubernur Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan untuk Ibu Kota Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X