FOTO: Kisah Nenek Saulina Bolak-balik Seberangi Danau Toba gara-gara Pohon Durian

Kompas.com - 02/02/2018, 12:19 WIB
Hakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumater Utara menjatuhi hukuman penjara 1 bulan 14 hari kepada Saulina boru Sitorus (92 tahun) alias Ompung Linda. Pasca-vonis, Ompung Linda didampingi kuasa hukumnya, Boy Raja Marpaung, mengajukan banding. Oleh karena itu, dia masih harus pulang pergi ke Balige, seperti pada Rabu (31/1/2018). Tribun Medan/Arjuna BakkaraHakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumater Utara menjatuhi hukuman penjara 1 bulan 14 hari kepada Saulina boru Sitorus (92 tahun) alias Ompung Linda. Pasca-vonis, Ompung Linda didampingi kuasa hukumnya, Boy Raja Marpaung, mengajukan banding. Oleh karena itu, dia masih harus pulang pergi ke Balige, seperti pada Rabu (31/1/2018).
EditorCaroline Damanik

TOBASA, KOMPAS.com - Nenek Saulina (92) atau Ompung Linda divonis 1 bulan 14 hari penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Dia bersama keenam anaknya dinilai terbukti bersalah melakukan pengrusakan dengan menebang pohon durian milik kerabatnya, Japaya Sitorus, yang berdiameter lima inci di Dusun Panamean, Desa Sampuara, Kecamatan Uluan, Toba Samosir, saat hendak membangun makam leluhurnya.

Hakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumater Utara menjatuhi hukuman penjara 1 bulan 14 hari kepada Saulina boru Sitorus (92 tahun) alias Ompung Linda. Pasca-vonis, Ompung Linda didampingi kuasa hukumnya, Boy Raja Marpaung, mengajukan banding. Oleh karena itu, dia masih harus pulang pergi ke Balige, seperti pada Rabu (31/1/2018).Tribun Medan/Arjuna Bakkara Hakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumater Utara menjatuhi hukuman penjara 1 bulan 14 hari kepada Saulina boru Sitorus (92 tahun) alias Ompung Linda. Pasca-vonis, Ompung Linda didampingi kuasa hukumnya, Boy Raja Marpaung, mengajukan banding. Oleh karena itu, dia masih harus pulang pergi ke Balige, seperti pada Rabu (31/1/2018).
Pasca-vonis, Nenek Saulina bersama kuasa hukumnya, Boy Raja Marpaung, mengajukan banding. Oleh karena itu, dia masih harus pulang pergi ke Balige seperti pada Rabu (31/1/2018).

(Baca juga: Nenek Saulina: Janganlah Sidang Aku Lagi, Pak Hakim, Aku Sudah Lelah...)

Selama empat bulan sejak September 2017, Nenek Saulina harus bolak-balik ke Balige dengan mengarungi Danau Toba.

Pagi itu, usai menyelesaikan urusan sidang di kota, dia bergerak ke Pelabuhan Balige. Perlahan dia berjalan menuju kapal kayu tua yang bersandar di bibir pantai.

Di atas kapal kayu, dia terbaring sembari menunggu perahu yang membawanya tiba di Desa Panamean.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Nenek Tukang Pijat Ini Tiba-tiba Dapat Uang Rp 15 Juta saat Gerhana Bulan)

Sesekali dia terbangun, menyeka wajahnya dengan sapu tangan berwarna putih. Lalu kembali berbaring, sesekali duduk mengunyah sirih sambil menatap danau.

Nenek Saulina mengaku lelah setiap kali menjalani persidangan. Dia menghabiskan waktu dua jam setiap menyeberang Danau Toba dengan kapal kayu.

Belum lagi bila sidang dimulai sore hari dan bisa berakhir pukul 21.00 WIB. Dia tetap akan pulang menantang dinginnya angin danau di atas kapal kayu.

 

 

Nenek Saulina boru Sitorus alias Ompung Linda (92) menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Senin (29/1/2018). Dia divonis 1 bulan 14 hari penjara gara-gara menebang pohon durian untuk membangun tugu makam leluhur. Tribun Medan/Arjuna Bakkara Nenek Saulina boru Sitorus alias Ompung Linda (92) menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Senin (29/1/2018). Dia divonis 1 bulan 14 hari penjara gara-gara menebang pohon durian untuk membangun tugu makam leluhur.



Berita ini telah tayang di Tribun Medan, Rabu (31/1/2018), dengan judul: Divonis Penjara 44 Hari, Nenek 92 Tahun Harus Pulang Pergi Mengarungi Danau Toba

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X