Kendalikan Peredaran Narkoba dari Lapas, Babe Kembali Diancam Vonis Penjara

Kompas.com - 02/02/2018, 10:15 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo (tengah) menunjukkan barang bukti dalam press release kasus TPPU Narkotika di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (1/2/2018). Kompas.com/Muhlis Al AlawiKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo (tengah) menunjukkan barang bukti dalam press release kasus TPPU Narkotika di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (1/2/2018).
|
EditorErwin Hutapea

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Bandar narkotika jaringan internasional, Sutrisno alias Babe, kembali diancam vonis 15 tahun penjara lantaran kedapatan mengendalikan peredaran narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang. Sebelumnya, Babe telah tiga kali divonis dengan total masa hukuman 31 tahun.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, Sutrisno alias Babe telah menjalani hukuman di Lapas Narkotika Nusakambangan, Cilacap. Meski telah divonis 31 tahun penjara, kata Tri, rupanya Babe masih mengendalikan peredaran narkoba.

Menurut Tri, barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram yang diamankan BNNP Jateng dari Stasiun Solo Balapan pada Januari tahun lalu dikendalikan oleh Babe.

"Setelah yang bersangkutan (Babe) dipindah ke Lapas Kedungpane Semarang masih mengendalikan dan kami tangkap lagi. Dia masih melaksanakan persidangan dua kasus dan sudah P21 semua," ungkap Tri dalam press release kasus TPPU Narkotika di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (1/2/2018).

Pihaknya kemudian mengembangkan kasus tersebut dan berhasil mengamankan putri kandung Babe bernama Sulistyowati di rumahnya di Dukuh Jatimalang RT 005 RW 002 Kelurahan Joho, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 10 Oktober 2017. 

"Sulistyowati masuk DPO yang dikeluarkan BNNP Jateng pada Februari 2017. Putri Babe ini berperan mengoperasikan M-Banking dan menampung uang hasil kejahatan narkotika melalui rekening atas nama dirinya dan dua orang lainnya, NSH dan TH," ungkap Tri.

Baca juga: 3 Bulan Bebas dari Lapas Nusakambangan, Anang Kembali Ditangkap karena Narkoba

Selama pelarian itu, Sulistyowati selalu berpindah-pindah tempat persembunyian, mulai dari Sragen hingga Surabaya, Jawa Timur.

Sejumlah aset yang diduga kuat berasal dari pencucian uang narkotika milik Sutrisno alias Babe disita oleh tim BNNP Jateng. Aset itu di antaranya berupa sebidang tanah luas 70 meter persegi bernomor SHM 3479 atas nama Sulistyowati yang di atasnya berdiri bangunan rumah di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, seharga Rp 200 juta.

Kemudian, sebidang tanah luas 70 meter persegi nomor SHM 3480 atas nama Sulistyowati yang di atasnya berdiri bangunan rumah di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, seharga Rp 200 juta; satu unit sepeda motor Honda Vario tahun 2016 seharga Rp 15 juta; dan uang tunai Rp 218,9 juta yang disimpan di tiga rekening bank atas nama Sulistyowati, NSH, dan TH.

Tersangka dijerat Pasal 3 juncto Pasal 10 subsider Pasal 4 juncto Pasal 10 UU No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Berkas perkara TPPU Narkotika jaringan Sutrisno alias Babe sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng dan barang bukti dilimpahkan ke kejaksaan untuk segera disidangkan," ucap Tri.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di 'Freezer' Kapal Nelayan China

Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di "Freezer" Kapal Nelayan China

Regional
Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Regional
iPhone Rp 20 Juta Dijambet, Alena Kartaeva, WNA Rusia Menangis di Jalan

iPhone Rp 20 Juta Dijambet, Alena Kartaeva, WNA Rusia Menangis di Jalan

Regional
Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Regional
Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Regional
6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

Regional
Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Regional
Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Regional
Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak 'Wikwik' Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak "Wikwik" Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Regional
Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Regional
Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X