Kompas.com - 02/02/2018, 06:55 WIB
Jalan di lereng pegunungan Menoreh, tepatnya di Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, mengalami pergerakan sehingga berpotensi terjadi bencana tanah longsor, Selasa (5/12/2017). KOMPAS.com/Ika FitrianaJalan di lereng pegunungan Menoreh, tepatnya di Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, mengalami pergerakan sehingga berpotensi terjadi bencana tanah longsor, Selasa (5/12/2017).
|
EditorErwin Hutapea

MAGELANG, KOMPAS.com - Fenomena tanah retak di lereng Pegunungan Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, semakin meresahkan warga. Retakan yang dipicu pergerakan tanah itu sudah mengancam rumah, sekolah, jalan aspal, saluran irigasi, hingga fasilitas umum.

Tugiran, warga Dusun Selorejo, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, menuturkan, retakan tanah terlihat jelas sejak sepekan terakhir. Dia menyebutkan, semula panjang retakan itu 1-2 sentimeter, kini mencapai 10 sentimeter dengan panjang bervariasi sekitar 100 meter.

Selain retak, tanah di sekitar rumahnya sudah ambles sedalam sekitar 15 sentimeter akibat fenomena ini.

"Tiang dapur selama sebulan terakhir sudah ambles sekitar tujuh kali. Saya angkat lagi dan saya ganjal tiangnya sampai tujuh kali. Terasa banget retakan tanahnya," ungkap Tugiran, Kamis (1/2/2018).

Tugiran terpaksa membongkar kandang kayu miliknya karena sudah miring akibat tanah di bawahnya ambles. Sejak dua hari ini, dirinya dibantu para tetangga juga berinisiatif membongkar sebagian rumahnya karena khawatir akan roboh jika terjadi pergerakan tanah.

Menurut dia, kondisi ini sangat mengkhawatirkan jika hujan akan memicu bencana tanah longsor. Karena kondisi ini pula, dia mengungsikan istri dan dua anaknya ke rumah kerabat yang letaknya tidak rawan bencana.

"Selama ini kalau hujan, kami buka pintu lebar-lebar. Jadi kalau ada bahaya, kami bisa mudah melarikan diri," kisah Tugiran.

Baca juga: Sejumlah Rumah Warga di Trenggalek Hancur akibat Tanah Retak

Langkah mengantisipasi retakan

Fenomena tanah retak juga mengancam bangunan sekolah MA Al-Iman Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman. Beberapa dinding ruang kelas, ruang guru, teras, dan dinding pagar sekolah sudah terlihat retakan itu.

Kepala Tata Usaha Yayasan Perguruan Al Iman, Muttaqin, menyebutkan, panjang retakan mencapai 10 meter dengan lebar berkisar 1-5 cm. Bahkan, retakan sempat menyebabkan paralon air pecah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.