3 Bulan Bebas dari Lapas Nusakambangan, Anang Kembali Ditangkap karena Narkoba

Kompas.com - 01/02/2018, 20:56 WIB
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo didampingi Kasat Narkoba Polresta Surakarta, Kompol Edy Sulistiyanto di Mapolresta Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/2/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniKapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo didampingi Kasat Narkoba Polresta Surakarta, Kompol Edy Sulistiyanto di Mapolresta Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/2/2018).
|
EditorFarid Assifa

SOLO, KOMPAS.com - Baru saja menghirup udara bebas dari Lapas Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah, Anang Ismail Setiyono kembali diamankan polisi lantaran mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Warga Klaten ini baru saja keluar tiga bulan lalu setelah menjalani masa hukuman lima tahun penjara karena kasus yang sama.

"Anang merupakan residivis. Dulu tertangkap di Klaten karena kasus narkoba dan ditahan selama lima tahun penjara," kata Kasat Narkoba Polresta Surakarta, Kompol Edy Sulistiyanto di Mapolresta Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/2/2018).

Dari penangkapan Anang, polisi mengamankan 13,48 gram paket sabu-sabu. Selain mengamankan Anang, ada delapan tersangka kasus penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti paket sabu-sabu dalam jumlah berbeda yang juga diamankan Polresta Surakarta.

Mereka antara lain, Muchtar alias Sugeng Raharjo, Purwoko alias Koko, Yudi Wibowo alias Gareng, Dwi Yuliyanto alias Yuli, Joko Arianto aliias Sendor, Haryono alias Karyo, Andri Cahyo Saputro dan Johan Setyawan.

Baca juga : Jadi Pengedar Narkoba, Kepala Sekolah Ini Dicopot dari Jabatannya

Empat dari sembilan tersangka berperan sebagai pengedar. Total barang bukti yang diamankan dari sembilan tersangka adalah paket sabu-sabu sebanyak 55,48 gram.

"Sembilan tersangaka ini kita amankan selama Januari 2018. Para tersangka yang kita amankan ini ada hasil dari penyelidikan, panangkapan yang dilakukan anggota dan hasil laporan informasi dari masyarakat," jelas dia.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo menambahkan, sembilan tersangka penyalahgunaan narkoba tertangkap di delapan tempat. Kemungkinan masih ada tersangka lain yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

"Empat pengedar dari sembilan tersangka akan kita kembangkan terus. Kita masih mendalami mereka apakah saling keterkaitan atau tidak. Mereka kita jerat Pasal 112, 114 dan 132 Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Baca juga : Polisi Tetapkan 6 Tersangka Hasil Razia Narkoba, Salah Satunya Oknum Polisi

Kompas TV Seorang remaja di Kota Medan, Sumatera Utara Rabu (31/1) dini hari dihadiahi timah panas polisi karena mencoba kabur saat penggerebekan narkoba.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Unsur Pimpinan BRI Kanwil Malang Terkonfirmasi Positif Corona

7 Unsur Pimpinan BRI Kanwil Malang Terkonfirmasi Positif Corona

Regional
Kronologi Penangkapan Seluruh Terduga Pemerkosa Ibu Muda di Bangkalan

Kronologi Penangkapan Seluruh Terduga Pemerkosa Ibu Muda di Bangkalan

Regional
Protes Nama Calon di Pilkada, Kader dan Simpatisan DPD II Golkar Blokade Jalan Protokol

Protes Nama Calon di Pilkada, Kader dan Simpatisan DPD II Golkar Blokade Jalan Protokol

Regional
Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di 'Freezer' Kapal Nelayan China

Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di "Freezer" Kapal Nelayan China

Regional
Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Regional
iPhone Rp 20 Juta Dijambet, Alena Kartaeva, WNA Rusia Menangis di Jalan

iPhone Rp 20 Juta Dijambet, Alena Kartaeva, WNA Rusia Menangis di Jalan

Regional
Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Regional
Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Regional
6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

Regional
Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Regional
Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Regional
Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak 'Wikwik' Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak "Wikwik" Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X