Misteri Keluarga Neneng yang Simpan Mayat Suami dan Anaknya di Rumah

Kompas.com - 01/02/2018, 19:37 WIB
Suasana rumah Neneng di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat. Neneng dan keluarganya menyimpan jasad suami dan anaknya di dalam rumah. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANISuasana rumah Neneng di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat. Neneng dan keluarganya menyimpan jasad suami dan anaknya di dalam rumah.
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com — Puluhan warga di Gang Nusa Indah VI Blok 013 RT 007 RW 17, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, tampak berkerumun di depan rumah bercat merah.

Suasana kompleks pemukiman itu mendadak ramai setelah munculnya penemuan dua kerangka manusia di rumah bernomor 117 pada Senin (29/1/2018) pagi.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, rumah itu ditempati oleh pasangan suami istri Nanung Sobana (86) dan Neneng Hatidjah (77). Di rumah itu tinggal pula tiga anaknya, Hera Sri Herawati (51), Erna Hendrasari (49), dan Denny Rohmat (43).

Dua kerangka yang ditemukan diketahui merupakan sosok Nanung dan Hera. Dua kerangka manusia itu ditemukan pertama kali oleh sejumlah petugas Puskesmas Melongasih, salah satunya Zacky Rahman.

(Baca juga: Simpan 2 Kerangka Mayat di Rumah, 1 Keluarga Diduga Alami Kelainan )

Zacky bercerita, Senin pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, ia hendak melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap keluarga Neneng. Merujuk pada data kartu keluarga, petugas berniat memeriksa lima penghuni rumah tersebut.

Namun, saat itu Neneng menolak dengan alasan suaminya tengah tidur. Zacky percaya lantaran saat itu ia melihat ada seseorang tidur berselimut di ruang tamu.

Pada pukul 13.00 WIB, Zacky kembali mendatangi rumah Neneng. Neneng kembali melakukan penolakan dengan alasan yang sama.

Keesokan harinya, Selasa (30/1/2018) pukul 08.00 WIB, Zacky kembali ke rumah Neneng dengan didampingi petugas kepolisian dan TNI. Mereka sengaja mengajak aparat kewilayahan lantaran curiga dengan gelagat aneh Neneng beserta keluarganya.

Terlebih, bau busuk tercium menyengat saat petugas kesehatan datang pada Senin lalu.

Kedatangan petugas mendapat penolakan keras dari Neneng. Ia beserta anaknya, Erna, ngotot tak ingin membuka pintu. Bahkan, mereka menahan pintu dengan kasur. Namun, setelah dibujuk, Neneng akhirnya luluh dan mau membuka pintu.

(Baca juga: Neneng Simpan Kerangka Suami dan Anaknya untuk Sembuhkan Santet)

Petugas terkejut saat melihat kerangka manusia utuh yang merupakan sosok Nanung tertutup selimut. Petugas kembali dikejutkan dengan ditemukannya kerangka Hera tepat di bawah kerangka Nanung.

Petugas kepolisian langsung datang mengamankan lokasi kejadian. Setelah diperiksa, dua kerangka itu dikuburkan. Hasil autopsi polisi, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan terhadap dua jenazah itu.

Neneng saat ini tengah diperiksa di Rumah Sakit Dustira Cimahi. Sementara kedua anaknya sedang menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSJ Cisarua.

 

Ketua RT, Timbul. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Ketua RT, Timbul.

Dikenal Ramah

Aksi Neneng dan kedua anaknya yang menyimpan jenazah Nanung dan Hera memang tak masuk akal. Namun, menurut warga, tak ada sikap aneh dan mencurigakan dari keluarga Neneng.

Timbul, ketua RT setempat, mengatakan, sepengetahuannya Neneng dan Sobana merupakan warga asli Melongasih. Mereka sudah bermukim di rumah tersebut saat ia pertama kali pindah pada 2004 silam.

Timbul mengatakan cukup akrab dengan sosok Nanung. Sebelumnya, Nanung bekerja sebagai tukang bubut (pandai besi). Namun, beberapa tahun lalu Nanung berhenti bekerja karena sakit. Selain ramah, Nanung juga dikenal sebagai sosok yang rajin ikut ronda.

"Dia rajin siskamling," ucap Timbul saat ditemui Kompas.com, Kamis (1/2/2018).

Timbul mengatakan, terakhir kali ia bertemu dengan Nanung di acara syukuran salah seorang warga pada pertengahan 2016 lalu.

"Terakhir bertemu itu pertengahan 2016. Saya lupa bulannya. Kondisi kakinya sudah bengkak," ucapnya.

(Baca juga: Berusia 3,6 Juta Tahun, Inilah Kerangka Tertua Nenek Moyang Manusia )

Timbul pun mengaku tak mengetahui jika Nanung telah meninggal. Bahkan, meninggalnya Nanung dan Hera tak pernah diketahui warga.

Di tengah tanda tanya warga soal hilangnya sosok Nanung dan Hera, warga mulai mencium bau busuk di area rumah Neneng. Warga tak mengetahui pasti kapan bau busuk itu mulai menyeruak.

"Pak Nanung meninggal gak tahu, setahu saya karena awalnya bau busuk pokoknya bau banget," ucap Tati, tetangga Neneng.

Tati mengungkapkan, sejak hilangnya Nanung, keluarga Neneng mendadak bersikap tertutup.

"Kalau Bu Neneng keluar, saya suka tanya Bu seperti bau bangkai di situ (menunjuk teras rumah Neneng). Jawabannya selalu itu mah bangkai tikus, nanti juga hilang," ujar Tati.

Rumah Neneng sudah dilingkari garis polisi. Dari luar, kondisi rumah bercat merah itu tampak tak terawat. Di teras rumah, menjulang pohon besar. Tepat di depan pintu terlihat barang-barang berserakan seperti kasur, meja, tangki air, hingga asbes.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X