Kompas.com - 01/02/2018, 17:01 WIB
Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana saat memberikan keterangan pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (1/2/2018). KOMPAS.com/Robinson GamarWakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana saat memberikan keterangan pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (1/2/2018).
|
EditorCaroline Damanik

DENPASAR, KOMPAS.com - Komplotan perampok dengan korban warga negara asing ditangkap oleh aparat Polresta Denpasar. Empat dari tujuh anggota kelompok ini ditembak saat ditangkap.

Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana mengatakan, para pelaku ditangkap pada Sabtu (27/1/2018) di homestay Maya di Jalan Mataram No 29 B Kuta Badung.

"Dari hasil interograsi masing–masing yang diduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian dengan cara pecah kaca mobil," kata Artana saat jumpa pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (1/2/2018).

Perburuan terhadap tujuh pelaku ini dilakukan setelah polisi mendapat laporan dari dua wisatawan yaitu Patrick Molliere, warga negara Perancis, dan Stefanus Elliot Lee asal Jakarta.

Dalam laporannya, Patrick mengaku, pada Jumat (26/1/2018), dia menukarkan uang di money changer di Jalan Danau Tamblingan Sanur dengan mengendarai mobil Toyota Innova. Dari sana, pelaku kemudian mengendarai mobil menuju Tuban, Kuta.

Saat melintas di Jalan Bay Pass Ngurah Rai, Patrick merasakan ban mobilnya kempes. Lalu dia berhenti dan turun untuk mengecek ban mobil. Saat Patrick naik kembali ke mobil, tas berisi uang miliknya telah raib.

Sementara itu, sehari sebelum kejadian yang menimpa Patrick, Stefano Elliot Lee mendatangi Rumah Makan Stickee di Jalan Dewi Sri Kuta Badung. Dia menaruh barangnya di dalam mobil.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, setelah selesai makan dan saat masuk ke dalam mobil, Stefano melihat ada pecahan kaca belakang sebelah kiri di dalam mobil. Barang–barang miliknya pun telah hilang.

"Modusnya dengan gembos ban dan pecahkan kaca mobil," tutur Artana.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan mengendus keberadaan tujuh pelaku. Mereka adalah Bin Suharda, Abasirin, Indra Barak, Hendra, Ria Candra, Yupran dan Zaidan.

"Semua tersangka adalah kelompok Bengkulu," kata Artana.

Kejahatan yang dilakukan komplotan ini telah direncanakan jauh-jauh hari saat masih di Lampung. Sebelum beraksi di Bali, mereka sempat datang ke Lombok untuk melancarkan aksinya. Namun, karena gagal, mereka memutuskan menyebrang ke Bali dan melancarkan aksinya di daerah padat wistawan.

Dari tangan pelaku, polisi menyita uang sebesar Rp 25,2 juta, 1 buah tas hitam, amplop, dompet milik korban, 1 buah kikir warna kuning, sandal jepit untuk memasang paku, 4 buah sepeda motor serta paku payung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X