Kompas.com - 01/02/2018, 15:05 WIB

MATARAM, KOMPAS.Com - Gara-gara keranjingan game online Mobile Legends, dua pemuda asal Kekalik, Kota Mataram, RZ (18) dan AY (18), nekat mencuri sepeda dayung berwarna putih, yang terparkir di depan kafe di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Waktu itu sepedahnya lagi parkir, pas waktu itu saya butuh uang, sepakat kita ambil, bisa dijual uangnya untuk ke warnet, main Mobil Legends,” kata RZ sambil tertunduk, Kamis (1/2/2018).

RZ mengaku sepeda hasil curiannya dibawa dengan menggunakan motor. Ia dibantu temannya, AY yang mengangkat sepeda dalam keadaan terkunci itu.

Agar tak terlacak, keduanya menyembunyikan sepeda curian itu di semak-semak, dan berencana untuk menjualnya.

Aksi keduanya diketahui dari rekaman CCTV di kafe tempat sepeda diparkir. Warga dan korban, Ratna Oktaviani juga melaporkan pelaku pada aparat Polsek Ampenan.

Baca juga : Viral, Foto Dokter Asyik Main Game Mobile Legends Saat Tangani Pasien di ICU

Kapolsek Amepenan, Kompol I Wayan Suteja, menerangkan dalam hitungan jam, pelaku dibekuk aparat berkat rekaman CCTV dan bantuan warga Kekalik.

“Orangtua harus waspada dan mengawasi anak-anak agar tidak tergantung dan ketagihan main game online. Boleh saja main tapi tidak tergantung,” imbau Suteja.

Pelaku RZ memiliki catatan kriminal di Polsek Ampenan. Sebelumnya, RZ pernah ditangkap karena terlibat pencurian 18 buah gas 3 kilogram bersama 7 rekannya.

Akibat perbuatannya, RZ dan AY dijerat dengan pasal 364 KUHP tentang pencurian ringan, dengan ancaman hukuman maksimal 3 bulan penjara, mereka juga akan dibina agar tidak mengulangi perbuatannya.

Sementara itu, salah seorang pencinta game online Mobile Legends, Alif, mengatakan, game tersebut membuat orang ketagihan. Game tersebut mengharuskan orang membeli point dengan memotong pulsa ponsel dan dari agen game dengan harga paling murah Rp 3.000.

“Biasanya mereka beli paling sedikit Rp 15.000. Saya dulu pernah ketagihan, tapi saya rasa itu tak baik dan saya berhenti membeli point itu,” kata Alif.

Kompas TV Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal tentang pencurian dengan ancaman lebih dari empat tahun penjara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.