Kura-Kura Leher Ular Asal Rote Ndao Dinyatakan Punah - Kompas.com

Kura-Kura Leher Ular Asal Rote Ndao Dinyatakan Punah

Kompas.com - 31/01/2018, 12:16 WIB
Kura-kura Leher Ular (Chelodina mccordi) ditunjukkan saat rilis terkait kasus penyelundupan satwa di Gedung Balai Instalasi Karantina Hewan dan Tumbuhan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (14/9/2017). Sebanyak 65 ekor kura-kura, 9 ekor ular, 5 ekor biawak, 10 ekor buaya, 4 ekor musang, dan 8 ekor lintah diamankan pihak karantina hewan saat penyelundupan di dalam 4 koper berukuran besar melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL Kura-kura Leher Ular (Chelodina mccordi) ditunjukkan saat rilis terkait kasus penyelundupan satwa di Gedung Balai Instalasi Karantina Hewan dan Tumbuhan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (14/9/2017). Sebanyak 65 ekor kura-kura, 9 ekor ular, 5 ekor biawak, 10 ekor buaya, 4 ekor musang, dan 8 ekor lintah diamankan pihak karantina hewan saat penyelundupan di dalam 4 koper berukuran besar melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

KUPANG, KOMPAS.com - Satwa Kura-Kura Leher Ular (Chelodina Mccordi), yang selama ini hidup di habitat aslinya di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinyatakan punah.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Nuda Tenggara Timur (NTT) Tamen Sitorus mengatakan, punahnya satwa itu akibat kondisi habitatnya yang rusak dan juga karena gangguan manusia.

Menurut Sitorus, punahnya kura-kura itu sudah berlangsung lama. Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan, pada Tahun 2011 lalu, telah berupaya mendatangkan sekitar 50 ekor kura-kura ke Kabupaten Rote, tapi akhirnya tidak ditemukan lagi keberadaan satwa itu.

"Habitat asli kura-kura kepala ular terdapat di empat danau kecil di Kabupaten Rote Ndao. Tahun 2016 lalu, kami lakukan survei tapi tidak berhasil temukan satwa itu karena memang sudah punah," ungkap Sitorus di Kupang, Rabu (31/1/2018).

(Baca juga: Baca juga : Hampir Punah, Spesies Katak Baru Ditemukan di Jalan yang Terbengkalai)

Punahnya kura-kura itu juga karena empat danau itu merupakan milik warga dan tidak berada dalam kawasan konservasi sehingga pengawasan pun terbatas.

Sitorus menjelaskan, kura-kura leher ular atau juga disebut kura-kura leher panjang karena leher dan kepalanya menyerupai ular. Satwa ini berukuran kecil, kepala menyerupai ular, dan sisi karapas (tempurung) yang melengkung ke atas.

"Saat ini, kami sedang bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat untuk mendatangkan kembali satwa itu ke habitat aslinya," tuturnya.

 

Kompas TV Planimals, Referensi Liburan Murah di Ibu Kota


EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X