Kirim 66 Kg Sabu, Dua Kurir Ini Dapat Upah Rp 120 Juta

Kompas.com - 29/01/2018, 18:26 WIB
Kapolda Kepri Irjen Didid melakukan pres rilis terkait pengungkapan penyelundupan narkoba oleh jaringan internasional dengan barang bukti 66,043 Kg Sabu oleh tim gabungan KOMPAS.com/ HADI MAULANAKapolda Kepri Irjen Didid melakukan pres rilis terkait pengungkapan penyelundupan narkoba oleh jaringan internasional dengan barang bukti 66,043 Kg Sabu oleh tim gabungan
|
EditorFarid Assifa

BATAM, KOMPAS.com - BW dan ZA, dua tersangka kurir jaringan internasional dengan barang bukti 66,043 kilogram sabu yang diamankan di gudang PT DC jalan Pancoran 2 No 3, Jakarta Selatan, pekan lalu, kepada Kompas.com mengaku melakoni kurir narkoba sejak 2016 lalu.

Tugasnya pun hanya mengambil barang itu dari beberapa tempat dan kemudian kembali dikirimkan ke tujuan akhir seperti Surabaya dan Banjarmasin.

"Untuk yang 66,043 kilogram sabu ini, saya diberikan upah Rp 120 juta dari sekali pengiriman ini," kata BW, Senin (29/1/2018).

BW mengaku mau melakukan kegiatan ini karena tergiur nilai upahnya, sementara pekerjaannya hanya menjemput dan kemudian mengirimkannya lagi menggunakan kargo yang lain.

"Awalnya sih karena kepepet uang, namun belakangan malah keenakan dan akhirnya berlanjut hingga saat ini," katanya.

Untuk upah, nilainya bervariasi dan tergantung besaran barangnya. Mulai Rp 12 juta hingga Rp 120 juta. Nilai itulah yang terbesar didapat tersangka sejak melakoni pekerjaan ini sejak 2016 lalu.

"Kami menyesal, lagi pula uang yang didapat kami juga tidak tahu habisnya ke mana. Padahal upah yang didapat terbilang cukup besar," kata BW.

Baca juga : Sabu 66 Kg Asal Singapura yang Dikemas dalam Bungkus Detergen Disita

Berbeda dengan ZA, dirinya mengaku menyesal dengan kejadian ini dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

"Kalau saya baru pertama kali ini, itupun pas dikenalkan dengan BW dari teman saya," kata ZA.

Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi mengatakan, untuk memuluskan aksinya, jalur yang dipergunakan untuk pengiriman narkoba berpindah-pindah, begitu juga daerah tujuan akhirnya barang haram itu juga tidak menetap.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X