Kompas.com - 29/01/2018, 17:30 WIB
Kawah Danau Kelimutu di Desa Moni, Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT, saat matahari terbit, Kamis (25/5/2017) sebelum diselimuti kabut tebal dan kawah itu tak dapat dilihat lagi. KOMPAS.COM/MARKUS MAKURKawah Danau Kelimutu di Desa Moni, Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT, saat matahari terbit, Kamis (25/5/2017) sebelum diselimuti kabut tebal dan kawah itu tak dapat dilihat lagi.
|
EditorReni Susanti

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Seksi Wilayah 1 Moni Taman Nasional Kelimutu Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Benediktus Rio mengatakan, pihaknya akan memberlakukan sistem buka tutup bagi wisatawan yang berkunjung ke Danau Kelimutu.

Menurut Rio, penutupan sementara obyek wisata andalan NTT tersebut, menyusul cuaca buruk yang terjadi di wilayah itu beberapa hari terakhir ini.

"Kita pakai sistem buka tutup, karena kondisi cuaca ekstrim di kawasan Taman Nasional Kelimutu, berupa angin kencang dan hujan lebat yang dapat mengakibatkan pohon tumbang. Ini tentu akan membahayakan wisatawan," ujar Rio, Senin (29/1/2018).

Angin kencang disertai hujan lebat, sambung Rio, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Hal ini mengganggu aktivitas pariwisata dan mengakibatkan beberapa toilet serta shelter rusak.

(Baca juga : Hadapi Cuaca Buruk, Balawisata Pantai Kuta Dapat Bantuan Peralatan )

"Untuk itu pihak Balai TNK (Taman Nasional Kelimutu) mengambil langkah buka tutup dan saat ini sementara kami tutup," katanya.

Jadwal penutupan kawasan wisata tersebut sudah diumumkan secara resmi melalui surat edaran yang dikeluarkan hari ini. Dari pantauan, wisata tersebut masih diterjang angin kencang dengan kabut disertai hujan.

"Kemungkinan danau tidak bisa dilihat karena kabut tebal," ucapnya.

Rio pun meminta maaf kepada para wisatawan yang ingin berkunjung atas tutup buka ini. "Tentunya kami akan memberikan informasi secepatnya apabila kondisi cuaca sudah membaik," pungkasnya.

Kompas TV Hujan deras disertai angin kencang selama hampir dua jam menyebabkan pohon tumbang dan sejumlah jalan di Jakarta tergenang.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.