Medan Terjal dan Sinyal Sulit, Patok Batas Negara Ini Sudah 5 Tahun Tak Dicek - Kompas.com

Medan Terjal dan Sinyal Sulit, Patok Batas Negara Ini Sudah 5 Tahun Tak Dicek

Kompas.com - 28/01/2018, 23:48 WIB
Komandan Satgas Pamtas Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri621/Manuntung  Letkol Infanteri Rio Neswan mengatakan, terdapat blank pos di Kecamatan Lumbis yang membuat Satgas Pamtas yang bertugas di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kesulitan melakukan patroli pemeriksaan patok batas antar negara setidaknya dalam 5 tahun terakhir.KOMPAS.com/SUKOCO Komandan Satgas Pamtas Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri621/Manuntung Letkol Infanteri Rio Neswan mengatakan, terdapat blank pos di Kecamatan Lumbis yang membuat Satgas Pamtas yang bertugas di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kesulitan melakukan patroli pemeriksaan patok batas antar negara setidaknya dalam 5 tahun terakhir.

NUNUKAN, KOMPAS.com - Medan yang bergunung dan terjal membuat patok perbatasan di Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sudah lama tidak dicek.

Komandan Satgas Pamtas Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri621/Manuntung, Letkol Infanteri Rio Neswan mengakui, sudah 5 tahun ini tidak melakukan pemeriksaan.

“Di daerah Lumbis terdapat kita sebut blank post area yang selama 5 tahun terakhir ini satgas-satgas sebelumnya tidak bisa mempatroli daerah tersebut karena jaraknya yang sudah jauh,“ katanya, Sabtu (27/1/2018).

Selain medan yang berat, tidak adanya jaringan komunikasi di wilayah tersebut membuat upaya pemeriksaan patok perbatasan di sepanjang 363 kilometer di Kecamatan Lumbis Ogong menjadi lebih berat.

Namun, Rio mengatakan, kini pihaknya sedang berupaya menjangkau daerah itu. Setidaknya, dibutuhkan waktu satu bulan untuk bisa menjangkau patok di wilayah perbatasan tersebut.

“Kami rencanakan selama 2 bulan ini baik logistik, komunikasi, kami mendapat dukungan telepon satelit dan tim kesehatan untuk melaksanakan patroli,” ujarnya, Sabtu (27/1/2018).

Untuk menghemat baterai telepone satelit, petugas patroli hanya diperbolehkan melaporkan kondisi terakhir mereka sehari sekali.

“Mereka berangkat pada tanggal 15 Januari kemarin. Setiap dua hari mereka telepon menyampaikan kondisi terkahir untuk menghemat baterai dan pulsa. Untuk keterangan patok dan lainnya nanti setelah mereka kembali,” ucap Rio.


EditorCaroline Damanik

Terkini Lainnya

Fakta Perburuan Pelaku Pembunuhan Sofyan, Takut Ditembak Polisi hingga Satu Masih Buron

Fakta Perburuan Pelaku Pembunuhan Sofyan, Takut Ditembak Polisi hingga Satu Masih Buron

Regional
Pakai Uang Ibunya, Gadis di China Habis Rp 220 Juta untuk 'Video Game'

Pakai Uang Ibunya, Gadis di China Habis Rp 220 Juta untuk "Video Game"

Internasional
Bea Cukai Sita 4 Juta Batang Rokok di Jepara Senilai Rp 2,9 Miliar

Bea Cukai Sita 4 Juta Batang Rokok di Jepara Senilai Rp 2,9 Miliar

Regional
Kubu Prabowo-Sandiaga Luncurkan Buku 'Paradoks Indonesia' Versi Braile

Kubu Prabowo-Sandiaga Luncurkan Buku "Paradoks Indonesia" Versi Braile

Nasional
'Ngamuk' dan Coba Rebut Kemudi Bus, Perempuan Ini Ditangkap

"Ngamuk" dan Coba Rebut Kemudi Bus, Perempuan Ini Ditangkap

Internasional
Minta Program Kirim Buku Gratis Dilanjutkan, Pemerintah Belum Beri Kepastian Anggaran

Minta Program Kirim Buku Gratis Dilanjutkan, Pemerintah Belum Beri Kepastian Anggaran

Nasional
Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika

Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika

Internasional
Tempuh Jalur Hukum, PPP Kubu Romy Akan Laporkan PPP Versi Muktamar Jakarta

Tempuh Jalur Hukum, PPP Kubu Romy Akan Laporkan PPP Versi Muktamar Jakarta

Nasional
Suami Istri yang Tewas Dibunuh di Bekasi Dikenal Jago Berbisnis

Suami Istri yang Tewas Dibunuh di Bekasi Dikenal Jago Berbisnis

Megapolitan
PPP Kubu Romy Masih Buka Opsi Berdamai, Asal...

PPP Kubu Romy Masih Buka Opsi Berdamai, Asal...

Nasional
Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian

Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian

Internasional
Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi untuk Barang Bukti Kasus 'Vlog Idiot'

Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi untuk Barang Bukti Kasus "Vlog Idiot"

Regional
Pembunuh Sopir Taksi 'Online' di Tangerang adalah Kakak Beradik

Pembunuh Sopir Taksi "Online" di Tangerang adalah Kakak Beradik

Megapolitan
Sekjen PSI: Laporan terhadap Grace Natalie Tak Masuk Akal

Sekjen PSI: Laporan terhadap Grace Natalie Tak Masuk Akal

Nasional
Istri Sopir Taksi 'Online' Korban Perampokan: Ikhlaskan Papa ya Nak...

Istri Sopir Taksi "Online" Korban Perampokan: Ikhlaskan Papa ya Nak...

Regional

Close Ads X