Kompas.com - 27/01/2018, 14:03 WIB
Astronom Observatorium Boscha Mohammad Irfan tengah menjelaskan peristiwa gerhana super blue blood moon di salah satu kantor di Observatorium Boscha, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (27/1/2018)  KOMPAS.com/AGIE PERMADIAstronom Observatorium Boscha Mohammad Irfan tengah menjelaskan peristiwa gerhana super blue blood moon di salah satu kantor di Observatorium Boscha, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (27/1/2018)
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Peristiwa gerhana bulan total yang diprediksi bakal terjadi pada 31 Januari ini merupakan fenomena langka yang tidak boleh dilewatkan.

Gerhana bulan nanti termasuk fenomena langka karena bulan berada di posisi terdekat dengan bumi, sehingga ukuran bulan terlihat lebih besar, atau lebih dikenal dengan fenomena supermoon.

Warga Indonesia dapat berkesempatan langsung mengamati gerhana supermoon ini. Hanya saja, posisi bulan bakal berbeda di setiap wilayah.

Seperti di wilayah Indonesia bagian timur, warga dapat menikmati proses terjadinya gerhana bulan total saat posisi bulan sudah cukup tinggi. Beda halnya dengan Indonesia di bagian tengah dan barat, gerhana bulan akan tampak saat bulan masih di bawah ufuk atau gerhana terjadi saat bulan baru terbit.

"Selama peristiwa itu, kita bisa menyaksikan bulan ditutup bayang umbra bumi sekitar 1 jam 16 menit," kata Astronom Observatorium Boscha, Mohammad Irfan di Observatorium Boscha, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (27/1/2018).

Menurutnya, gerhana bulan total nanti tidak akan benar-benar gelap, karena piringan bulan tidak tepat melewati jalur pusat umbra bumi.

"Bulan kemungkinan akan berwarna merah kegelapan, karena dia (bulan) berada berdekatan dengan pusat kerucut bayang umbra kita," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Dinas Pariwisata DKI Tak Sediakan Teropong untuk Saksikan Gerhana Bulan Total

Irfan menjelaskan, puncak gerhana maksimum akan terjadi sekitar pukul 20.29 WIB. Saat itulah masyarakat tak hanya dapat menyaksikan fenomena gerhana bulan total ini, tetapi juga bakal menyaksikan cahaya bintang di langit yang terlihat lebih terang.

"Bintang akan terlihat lebih terang, sebab cahaya bulan meredup, ini menarik," katanya.

Durasi bulan memasuki umbra adalah selama 1 jam 16 menit, namun jika ditotal dengan bulan memasuki panumbra, maka gerhana terjadi selama 5 jam 39 menit.

Menurutnya, peristiwa astronomi ini biasanya terjadi dua kali dalam satu tahun, yakni dua kali gerhana matahari dan gerhana bulan. Dalam gerhana nanti, air pasang dipastikan bakal naik. "Karena saat itu purnama, air pasang," katanya.

Baca juga : Akan Ada Gerhana Bulan Total, Gubernur Anies Buat Surat Edaran Ini

Sebelumnya Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Drs Gunawan Admiranto mengatakan, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan momen gerhana bulan pada tangga 31 Januari nanti. Dimulai sekitar pukul 18.48 WIB untuk gerhana parsial, dan sekitar pukul 19.51 WIB hingga 21.07 WIB puncak gerhana bulan total.

Gerhana bulan total terjadi saat posisi bumi berada antara bulan dan matahari. Bulan berada di bawah bayang bumi lantaran cahaya matahari terhalang bumi.

Kompas TV Ini Dia Penampakan Cantik Gerhana Bulan di Berbagai negara
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.