Kompas.com - 27/01/2018, 08:05 WIB
Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan (tengah). Dibelakannya dua orang Pelaku Curas Kompas.com/Markus YuwonoKapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan (tengah). Dibelakannya dua orang Pelaku Curas
|
EditorKurnia Sari Aziza

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polres Bantul mengamankan tiga remaja yang melakukan aksi begal. Adapun tiga orang yang diamankan adalah SN (18), HN (17), dan BA (18).

Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan mengatakan, dua diantara tiga tersangka tersebut masih pelajar.

"Kami sudah mengamankan tiga orang dari enam orang pelaku," kata Sahat kepada wartawan di Mapolres Bantul, Jumat (26/1/2017).

Polisi masih mengejar tig pelaku begal lainnya, yakni MD (16), AN (16) dan AL (17). Dia menjelaskan, kelompok remaja ini melakukan begal pada Minggu (17/12/2017) dini hari di Jalan Yogyakarta-Wonosari, Banguntapan, Bantul. Menggunakan tiga sepeda motor, kelompok remaja itu melakukan begal kepada korban, Muhammad Iffat (18).

Baca juga: Aksi Begal Berilmu Kebal Berakhir di Tangan Tim Anaconda

"Awalnya korban yang berkendara seorang diri didatangi para pelaku. Korban dipepet dan pelaku memperlihatkan celurit yang diselipkan di bagian perut, kemudian tersangka merebut tas korban dengan cara ditarik secara paksa," kata Sahat.

Ia mengatakan, korban terpaksa menyerahkan tas miliknya karena tak bisa melawan kelompok remaja itu. Korban harus merelakan sebuah ponsel dan uang tunai Rp 360.000 dirampas pelaku. Setelah berhasil merampas tas korban, para pelaku berbalik ke arah Yogyakarta.

"Korban langsung melaporkan ke Polsek Banguntapan. Kami langsung melakukan penyelidikan," ucapnya.

Baca juga: Begal Karyawan, Pengamen di Karawang Ditembak Mati Polisi

Polisi menangkap tiga pelaku di rumahnya masing-masing pada Senin (22/1/2018). Para pelaku mengaku sudah melakukan aksi begal dua kali, di Banguntapan dan Sewon. Sasaran mereka adalah pengendara motor dan pejalan kaki yang berjalan sendiri.

Polisi menyita barang bukti motor KLX dan celurit yang digunakan para pelaku. Uang hasil kejahatan digunakan jajan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski sebagian pelaku masih pelajar, polisi menjerat Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan. Tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun.

Baca juga: Unggah Ungkapan Belasungkawa kepada Sang Kapten di Facebook, Dua Begal Diciduk

"Untuk tersangka HN (17) karena masih di bawah umur, kami dititipkan di Panti Sosial Bina Remaja Sleman," ujar Sahat. 

Ia berharap orang tua dan pihak sekolah mengajarkan anak-anaknya agar tidak terjerumus pergaulan yang tidak baik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X