Keluarkan Busa dan Bikin Gatal, Ribuan Belalang Setan Serang Gunungkidul

Kompas.com - 26/01/2018, 15:57 WIB
Petugas menunjukkan belalang setan yang bisa mengeluarkan busa penyebabkan gatal-gatal. Petugas membasmi secara mekanis di ladang wilayah Desa Karang Rejek, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Kompas.com/Markus YuwonoPetugas menunjukkan belalang setan yang bisa mengeluarkan busa penyebabkan gatal-gatal. Petugas membasmi secara mekanis di ladang wilayah Desa Karang Rejek, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.
|
EditorErwin Hutapea


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Yogyakarta, melakukan pengendalian mekanis atau menangkap satu per satu Aularches miliaris atau yang dikenal dengan  belalang setan. Upaya ini lebih efektif untuk mengurangi populasi hewan beracun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, pihaknya melakukan pengendalian mekanis dengan cara mengambil belalang secara langsung. Belalang ini berbeda dari belalang lainnya karena lebih jinak dan tidak akan terbang meski ada yang mendekat.

"Upaya ini antisipasi serangan lebih besar memutus siklus tidak tumbuh terus populasinya," kata Bambang saat ditemui di ladang wilayah Desa Karangrejek, Wonosari, Jumat (26/1/2018).

Ia mengatakan, para petani dan petugas dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Proteksi Tanaman Pertanian (UPTD BPTP) Dinas Pertanian Yogyakarta melakukan upaya pengurangan populasi, lalu dimusnahkan.

Baru tahun ini serangan serangga tersebut muncul di Gunungkidul. "Semoga dengan upaya dan sosialisasi kepada petani bisa mengurangi populasi belalang setan ini," tutur Bambang.

Kepala Balai UPTD BPTP Dinas Pertanian Yogyakarta Suparjono mengatakan, upaya mekanis dengan cara menangkap satu per satu lebih efektif dibanding kimiawi. Sebab, serangan hewan ini terjadi tidak mengelompok dan dikhawatirkan belalang akan kebal.

Tahun 2015, serangan pernah terjadi di Guwosari, Pajangan, Bantul. "Sebenarnya ini belalang yang habitatnya di hutan. Mungkin kekurangan makanan, lalu turun ke tengah ladang," ucap Suparjono.

Baca juga: Mudik ke Gunungkidul, Jangan Lupa Beli Tiwul dan Belalang Goreng

Serangga herbivora ini memiliki upaya perlindungan diri dengan mengeluarkan busa, jika dipegang akan menimbulkan efek gatal. Saat melakukan penangkapan pun petugas menggunakan sarung tangan, dan beberapa petugas lainnya menggunakan kacamata khusus.

"Jika kaget, belalang ini akan mengeluarkan busa dan suara mirip jangkrik. Belalang ini jinak, tetapi mengeluarkan busa. Bagi yang tidak tahan bisa gatal," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangrejek Marjono mengatakan, baru kali ini ada ribuan belalang setan yang menyerang tanaman di wilayahnya. Biasanya ada, tetapi populasinya tak sebanyak ini.

Pada tahun ini serangan serangga ini sudah terjadi dalam dua bulan terakhir, dengan luasan lebih kurang 5.000 meter persegi lahan pertanian yang berada di perbatasan Desa Karangrejek dan Baleharjo.

"Biasanya hanya satu atau dua ekor, tahun ini banyak mencapai ribuan," kata Marjono.

Dia menceritakan, beberapa warga pernah mencoba memasak seperti belalang kayu, tetapi belalang setan memiliki rasa yang pahit.

"Pernah ada seorang warga yang memasak, tetapi setelah dicoba satu ternyata rasanya pahit, dan tidak diteruskan lagi memakannya," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Regional
Aniaya Petugas Kebersihan, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Aniaya Petugas Kebersihan, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X