Kompas.com - 25/01/2018, 21:24 WIB
Para penyewa kios di kompleks Benteng Willem II Ungaran, Kabupaten Semarang, merasa resah menyusul upaya pengusiran yang dilakukan Polres Semarang dari kios mereka. Kompas.com/Syahrul MunirPara penyewa kios di kompleks Benteng Willem II Ungaran, Kabupaten Semarang, merasa resah menyusul upaya pengusiran yang dilakukan Polres Semarang dari kios mereka.
|
EditorErwin Hutapea

UNGARAN, KOMPAS.com - Para penyewa kios di kompleks Benteng Willem II Ungaran, Kabupaten Semarang, merasa resah menyusul upaya pengusiran yang dilakukan Polres Semarang dari kios mereka. 

Sebagaimana diketahui, bangunan cagar budaya yang terletak di Jalan Diponegoro, Ungaran, tersebut sejak beberapa tahun silam diklaim sebagai milik Polri.

Salah seorang penyewa kios, Mulyanto (52), mengatakan, para penyewa yang berjumlah sembilan orang itu diberikan tenggang waktu hingga dua minggu untuk mengosongkan tempat tersebut.

"Senin kemarin kami dipanggil untuk menghadap ke Polres untuk rapat masalah kios. Ternyata di sana bukan rapat, tetapi langsung pada proses pengusiran kami," kata Mulyanto, Kamis (25/1/2018) malam.

Mulyanto menjelaskan, pemanggilan tersebut melalui surat resmi dari Polres Semarang Nomor B/42/1/2018/Res Smg tertanggal 22 Januari 2018. Mulyanto mengaku menghuni kios tersebut sejak 1978 untuk menjalankan usaha travel.

Selama puluhan tahun, pembayaran sewa dilakukan setiap bulan sebesar Rp 250.000 dan tidak pernah ada masalah.

"Terus terang kami semua terpukul karena ini tempat mencari nafkah," ucapnya.

Baca juga: Bila Direlokasi, PKL Kebayoran Lama Minta Harga Sewa Kios Murah

Hal yang lebih menyakitkan, lanjutnya, tidak hanya mengusir, tetapi Polres Semarang juga tidak memberikan solusi terhadap kejelasan nasib mereka.

Mulyanto tidak mengetahui latar belakang pengusiran para penyewa kios di Benteng Willem II ini. Namun, yang ia ketahui hanyalah status tanah dan bangunan peninggalan Belanda ini dulunya milik Pemkab Semarang.

Sejumlah keluarga yang menempati Benteng Willem II pernah mendapatkan tali kasih saat pengosongan, menyusul rencana Pemkab Semarang hendak mengubah bangunan yang pernah disinggahi Pangeran Diponegoro itu menjadi museum pada tahun 2006.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X