Kompas.com - 25/01/2018, 15:43 WIB
Tim Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap satu keluarga yang terjadi Jum?at (5/1/2017) di kawasan Desa Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (25/01/18). KOMPAS.com/RAJA UMARTim Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap satu keluarga yang terjadi Jum?at (5/1/2017) di kawasan Desa Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (25/01/18).
|
EditorReni Susanti

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Tim Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh menggelar pra rekontruksi kasus pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Desa Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (25/01/18).

Pembunuhan sadis ini terjadi Jumat (5/1/2018). Saat itu, tiga korban yang merupakan satu keluarga dibantai oleh seseorang yang tak lain pekerjanya. 

“Pra (pra rekonstruksi) ini digelar agar saat rekonstruksi nanti sudah mudah menentukan lokasi dan adegan,” kata AKP M Taufik, Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh kepada wartawan, Rabu (25/1/2018).

Menurut Taufik, pra rekontruksi pembunuhan sadis terhadap pasangan suami istri Tjisun (45), Minarni (40), dan anaknya Callietos NG (8), dilakukan di ruko. Sebelumnya, tempat ini merupakan gudang barang kelontong dan tempat tinggal korban.

(Baca juga : Sakit Hati Kerap Dimarahi, Seorang Pekerja Bantai Keluarga Majikannya)

Tempat itu pula yang menjadi lokasi pembunuhan sadis pelaku. Mulai dari pelaku membunuh hingga kabur melalui pintu gerbang depan mengendarai motor milik korban. Di lokasi ini pula ratusan warga yang penasaran, memadati lokasi pembunuhan. 

“Jumlah adegan dalam pra rekontruksi sebanyak 100 adegan, mulai dari awal sampai pelaku melarikan diri,” katanya.

Dari hasil prarekontruksi selama tiga jam lebih itu, pihaknya tidak menemukan bukti baru. Polisi juga tidak menemukan kejanggalan dari tersangka Ridwan (22).

“Sementara, semua masih sesuai dengan hasil tim penyelidikan," tuturnya. 

Pantauan Kompas.com, ratusan warga mendatangi lokasi. Mereka ingin melihat langsung pelaku dan prarekonstruksi. 

(Baca juga : Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Divonis Hukuman Mati)

Saat hendak memerankan adegan melarikan diri melalui pintu gerbang, warga yang memadati lokai berteriak dengan nada marah. Namun karena lokasi dijaga ketat dan dipasangi garis polisi, prarekonstrukri berlangsung aman hingga selesai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X