Bupati Purwakarta Tolak Penerimaan CPNS Sistem Komputerisasi

Kompas.com - 25/01/2018, 15:04 WIB
Bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tiba di RS Hasan Sadikin untuk jalani pemeriksaan kesehatan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/1/2018). Empat pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat akan mengikuti serangkaian pemeriksaan sebagai syarat pencalonan. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASABakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tiba di RS Hasan Sadikin untuk jalani pemeriksaan kesehatan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/1/2018). Empat pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat akan mengikuti serangkaian pemeriksaan sebagai syarat pencalonan.
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menilai, pegawai tidak tetap (PTT) paling layak diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dalam pembukaan penerimaan pegawai oleh Kementerian PAN RB.

Dedi pun menolak penerimaan CPNS melalui sistem komputerisasi yang dilakukan oleh pemerintah selama ini. Soalnya, pegawai yang diterima selalu tidak sesuai dengan kebutuhan pegawai di masing-masing daerah.

"Kita menolak secara tegas rekrutmen CPNS dengan pola seperti ini. Selama ini tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh daerah," jelas Dedi kepada wartawan di kantornya, Kamis (25/1/2018).

Menurut Dedi, dengan adanya seleksi CPNS secara konvensional seperti ini pun membuat produktivitas dan kualitas pegawai tak maksimal. Seleksi CPNS seperti ini pun membuat orang yang sudah lama bekerja, terutama non-PNS, cenderung tak bisa lulus karena terbentur usia.


"Sekarang ini kecenderungan pegawai menumpuk di staf administrasi. Menumpuknya pegawai di level atas dan menengah di tiap daerah. Jadi kalau daerahnya butuh tukang sapu, yang jadikan PNS tukang sapu. Kalau daerahnya butuh sopir kebersihan, ya kita rekrutmen seorang sopir," kata Dedi.

Baca juga : Menpan RB kepada CPNS Baru: Tidak Ada Lagi Namanya Koneksi

Sekarang ini, produk hasil rekrutmen CPNS pusat lebih mengutamakan hasil ujian daripada kebutuhan riil di setiap daerah.

"Kemudian tata cara seleksi yang terlalu normatif dan tidak sesuai dengan riil apa yang dibutuhkan oleh daerah. Produk testing CPNS atau pegawai baru justru tak sesuai dengan kebutuhan daerah," tambahnya.

Dedi mengatakan, permasalahan sistem kepegawaian di Indonesia selama ini adalah setiap orang berebut posisi pegawai level staf dan bukan tenaga fungsional. Padahal, kata dia, pegawai yang telah menjadi PNS menjadi beban dalam APBD. Sedangkan produktivitas yang telah dihasilkan oleh mereka sampai sekarang masih dipertanyakan.

"Sekarang ini minim produksi. Kalau saya di Purwakarta sudah biasa menerapkan pegawai minim unsur kaya fungsi. Selama ini saya pemimpin di daerah yang berbasis produksi, jadi efisiensi," tambah dia.

Perangkat desa wajib PNS

Selain itu, Dedi menilai, perangkat desa sekarang harus menjadi PNS. Mengingat tugas pegawai di desa sekarang memiliki beban berat dalam mengelola keuangan negara. Apalagi, dengan munculnya Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Desa, mengharuskan jabatan sekretaris desa tidak boleh lagi dipegang PNS. Hal ini perlu dipertimbangkan ulang mengingat desa sekarang memiliki tanggung jawab besar mengelola anggaran pemerintah.

"Sekarang ini di desa sudah mengelola keuangan negara secara langsung, sehingga sudah seharusnya dikelola oleh pegawai negara," ujarnya.

Baca juga : Pemerintah Akan Segera Umumkan Lowongan CPNS yang Dibuka Tahun 2018

Teknisnya bisa dilakukan secara bertahap. Mulai dari pengangkatan para perangkat desa yang masih honorer menjadi PNS, atau rotasi pegawai dari pemkab dan dinas lainnya ke desa.

"Teknisnya kan bisa dilaksanakan bertahap, tapi sekretaris desanya sudah pegawai negara dan ahli keuangan. Jadi nanti siapapun yang menjabat sebagai kepala desa akan aman dan anggaran diserap secara benar untuk pembangunan masyarakatnya di berbagai bidang," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Regional
Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan Lalu

Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan Lalu

Regional
Tepergok Mesum di Parkiran Mal, Pengemudi Honda Jazz Tabrak Satpam dan Palang Otomatis

Tepergok Mesum di Parkiran Mal, Pengemudi Honda Jazz Tabrak Satpam dan Palang Otomatis

Regional
Bus Pariwisata Alami Kecelakaan di Subang, 6 Orang Tewas

Bus Pariwisata Alami Kecelakaan di Subang, 6 Orang Tewas

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP Terancam Dipecat

Bolos Kerja 176 Hari, 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP Terancam Dipecat

Regional
Siswi SD Diperkosa 8 Pemuda, Korban Dibuat Mabuk dengan Lem Cap Kambing

Siswi SD Diperkosa 8 Pemuda, Korban Dibuat Mabuk dengan Lem Cap Kambing

Regional
Solusi Permanen Risma untuk Atasi Banjir di Surabaya

Solusi Permanen Risma untuk Atasi Banjir di Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X