Menteri Pertahanan: Teroris Musuh Bersama, Kenapa "Diumpet-umpetin"

Kompas.com - 25/01/2018, 12:34 WIB
Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu ketika ditemui di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRMenteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu ketika ditemui di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017).
|
EditorFarid Assifa

NUSA DUA, KOMPAS.com — Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu mengatakan, Tentara Nasional Indonesia bisa langsung menindak teroris, terutama yang menggunakan senjata api dan alat berat saat beraksi.

Hal ini disampaikan Ryamizard seusai penandatanganan kesepakatan Kerja Sama Pertukaran Informasi Strategis di Bidang Terorisme enam negara ASEAN di Nusa Dua, Bali, Kamis (25/1/2018).

"Masalah keterlibatan militer sudah dilihat Merawi, Filipina, memang harus militer. Kalau teroris sudah pakai alat perang, ya, harus melibatkan angkatan perang," kata Ryamizard.

Menurutnya, barang siapa yang menggunakan peralatan perang, seperti senjata, bom, dan kendaraan berat, penanganannya harus melibatkan militer. Jika membiarkan teroris bertindak dan menimbulkan korban, itu sama saja melanggar HAM.

"Kalau musuh bersama, ya, harus dilawan bersama-sama," kata Ryamizard.

Menurutnya, ada juga teroris yang masih bisa dibina. Mereka perlu diberi kesempatan sadar melalui kegiatan-kegiata bela negara. Namun, kalau masih keras kepala, tidak ada pilihan lain selain mengambil tindakan tegas.

Baca juga: Terduga Teroris di Nunukan Dikenal sebagai Penjual Kaus Kaki

Dia menegaskan, selama ini ego sektoral menjadi hambatan utama dalam penanganan terorisme. Menurutnya, teroris adalah musuh bersama, jadi tidak perlu ada yang ditutup-tutupi.

Dia mencontohkan di Merawi, Filipina, bagaimana teroris memiliki kemampuan menembak jatuh drone milik angkatan bersenjata setempat. Artinya, teroris memiliki kemampuan perang layaknya anggota militer.

"Teroris musuh bersama, kenapa diumpet-umpetin. Saya orang lapangan sembilan kali ikut operasi tempur, tinggal bagi tugas siapa berbuat apa," ujarnya.

Baca juga: Minimalisasi Ancaman Teroris, 253 Gereja di Kepri Dijaga Ketat

Kompas TV Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis di Jakarta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Ayam Melonjak Jadi Rp 42.000 Per Kg, Stok di Medan Didatangkan dari Pekanbaru

Harga Ayam Melonjak Jadi Rp 42.000 Per Kg, Stok di Medan Didatangkan dari Pekanbaru

Regional
New Normal di Pasar Swalayan Semarang, Jumlah Pengunjung dan Waktu Kunjungan Dibatasi

New Normal di Pasar Swalayan Semarang, Jumlah Pengunjung dan Waktu Kunjungan Dibatasi

Regional
Penerima Bantuan Pemerintah di Gorontalo Wajib Berkebun

Penerima Bantuan Pemerintah di Gorontalo Wajib Berkebun

Regional
Viral Video Suami Aniaya Istri Diduga gara-gara Uang Belanja, Direkam Anak

Viral Video Suami Aniaya Istri Diduga gara-gara Uang Belanja, Direkam Anak

Regional
Sebelum Dinyatakan Positif Corona, 2 Hasil Rapid Test Bupati Melawi Non-Reaktif

Sebelum Dinyatakan Positif Corona, 2 Hasil Rapid Test Bupati Melawi Non-Reaktif

Regional
Geger Penemuan Tas Hitam Ada Kabelnya yang Diduga Bom di Karawang

Geger Penemuan Tas Hitam Ada Kabelnya yang Diduga Bom di Karawang

Regional
4 RS di Bengkulu Tolak Korban Kecelakaan, Dinkes: Kami Akan Beri Peringatkan

4 RS di Bengkulu Tolak Korban Kecelakaan, Dinkes: Kami Akan Beri Peringatkan

Regional
Medan Berat Sulitkan Proses Evakuasi Petambang Emas di Kalsel yang Tertimbun Longsor

Medan Berat Sulitkan Proses Evakuasi Petambang Emas di Kalsel yang Tertimbun Longsor

Regional
Tak Setuju Turis Asing Diizinkan Surfing di Pantai, Gubernur Bali: Pariwisata Belum Dibuka

Tak Setuju Turis Asing Diizinkan Surfing di Pantai, Gubernur Bali: Pariwisata Belum Dibuka

Regional
Kisah Tragis Pemuda Bengkulu, Kritis karena Kecelakaan, Ditolak 4 Rumah Sakit lalu Meninggal

Kisah Tragis Pemuda Bengkulu, Kritis karena Kecelakaan, Ditolak 4 Rumah Sakit lalu Meninggal

Regional
Keributan Kembali Terjadi di RS Pancaran Kasih, Keluarga PDP Mau Ambil Jenazah

Keributan Kembali Terjadi di RS Pancaran Kasih, Keluarga PDP Mau Ambil Jenazah

Regional
Beli Motor 'Online' dari Orang yang Mengaku Polwan, Sugandi Tertipu Rp 10 Juta

Beli Motor "Online" dari Orang yang Mengaku Polwan, Sugandi Tertipu Rp 10 Juta

Regional
Polisi Tangkap Oniara Wonda, Salah Satu Anggota KKB Paling Dicari Sejak 2011

Polisi Tangkap Oniara Wonda, Salah Satu Anggota KKB Paling Dicari Sejak 2011

Regional
Warga Dihukum 'Push Up' karena Bandel Tak Pakai Masker, Ini Aneka Alasannya

Warga Dihukum "Push Up" karena Bandel Tak Pakai Masker, Ini Aneka Alasannya

Regional
Misteri Peti Mayat Warna Merah yang Hanyut di Sungai, Dibuang karena Tak Dipakai Sejak Tahun 2017

Misteri Peti Mayat Warna Merah yang Hanyut di Sungai, Dibuang karena Tak Dipakai Sejak Tahun 2017

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X