Remas Dada Wanita, Seorang Pria di Gunung Kidul Ditangkap Polisi

Kompas.com - 24/01/2018, 13:35 WIB
Ilustrasi FREEPIK.comIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Gunung Kidul, Yogyakarta, mengamankan RHN (35), warga Kecamatan Playen, Gunung Kidul, karena meremas dada seorang wanita pengendara motor berinisial P (19), warga Bantul. Pelaku ditangkap di rumahnya, Selasa (23/1/2018) malam.

Kapolres Gunung Kidul AKBP Ahmad Fuadi membenarkan penangkapan ini. Pelaku melakukan aksinya di Jalan Yogyakarta-Wonosari, tepatnya di kompleks Hutan Tleseh, Kecamatan Playen, Selasa (23/1/2018) petang.

Korban melakukan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor dari Yogyakarta menuju kediamannya di Desa Gading, Kecamatan Playen.

Korban tidak menyadari pelaku membuntutinya. Ketika P tiba di hutan Tleseh, RHN langsung melancarkan aksinya meremas dada kanan korban dengan menggunakan tangan kiri.

"Kami mengamankan pelaku atas nama RHN yang melakukan tindakan pelecehan seksual kepada korban," kata Ahmad ditemui di sela peresmian Jembatan Watusigar Ngawen, Rabu (24/1/2018).

Baca juga: Gara-gara Remas Payudara Gadis di Motor, Pemuda Ini Terancam 15 Tahun Bui

Meski korban berteriak, karena kondisi lalu lintas di lokasi kejadian sedang sepi dan jauh dari permukiman, tak ada satu pun warga yang menolong. Korban yang mengalami shock juga tak mengejar.

"Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 (Selasa), tetapi baru dilaporkan pada Rabu tengah malam sekitar pukul 00.15," ujarnya.

Ahmad mengatakan, pencarian pelaku dilakukan dengan penyelidikan di lapangan dan penelusuran di media sosial. RHN ditangkap di rumahnya dan mengakui perbuatannya. Pelaku dijerat Pasal 289 atau 281 KUHP mengenai pelecehan seksual.

"Dari pengakuan pelaku baru pertama kali, tetapi kami masih melakukan penyelidikan terkait pelaku," ujar Ahmad.

Baca juga: Bantah Remas Payudara, Keluarga Korban Pengeroyokan Datangi Kantor Media

Kompas TV Tim Komnas Perlindungan Anak pun langsung mendatangi Polsek Natar untuk mendapatkan konfirmasi penahanan para pelaku.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X