Kompas.com - 24/01/2018, 11:25 WIB
Jenazah suami istri (terbungkus kantong warna kuning) yang menjadi korban tanah longsor di Bukitcatu, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Bali, di kamar jenazah BRSUD Tabanan. Saat ini, jenazah tersebut masih menunggu kepastian ambulans untuk dipulangkan ke Probolinggo. Tribun Bali/I Made ArgawaJenazah suami istri (terbungkus kantong warna kuning) yang menjadi korban tanah longsor di Bukitcatu, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Bali, di kamar jenazah BRSUD Tabanan. Saat ini, jenazah tersebut masih menunggu kepastian ambulans untuk dipulangkan ke Probolinggo.
EditorCaroline Damanik

TABANAN, KOMPAS.com – Hati Ahmad Fauzi hancur. Kedua orangtuanya ditemukan tewas dalam peristiwa tanah longsor yang terjadi di Banjar Bukitcatu, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti pada Selasa (23/1/2018).

Tak hanya karena rasa kehilangan yang besar, Fauzi juga harus mengundurkan rencana pernikahannya.

Dia mengatakan, saat meninggalkan kedua orangtuanya di rumah bedeng untuk kembali ke rumah kosnya, Fauzi masih merasakan suasana gembira.

Pasalnya, pada Senin (22/1/2018) pagi, orangtuanya telah bertemu dengan calon besan untuk membicarakan rencana pernikahan Ahmad Fauzi.

“Suasana masih berduka. Dengan kejadian ini rencana pernikahan saya diundur,” ungkapnya.

Rencananya, Fauzi dan seorang gadis asal Banjar Bukitcatu berencana menikah pada Februari 2018. Rencana itu akhirnya buyar.

“Urusan pernikahan nanti saja, yang penting sekarang urus kedua orangtua dulu,” ungkapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Longsor Bali, Suami Istri Ditemukan Tewas Berpelukan di Rumah)

Dia mengatakan, saat Senin (22/1/2018) malam, hujan turun di kawasan Bukitcatu. Fauzi  mengungkapkan, saat bencana melanda kawasan Baturiti pada akhir 2016, kawasan tempat tinggal orangtuanya aman.

“Mungkin memang nasib dan jalannya sudah seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, adiknya, Asman Alkhoir (17), hanya bisa memandangi kamar jenazah BRSUD Tabanan.

Dia memandangi jenazah kedua orangtuanya yang telah dimasukkan ke dalam kantong mayat.

"Mau dibawa hari ini, Mas, (ke Probolinggo). Ini masih urus ambulans, " kata Asman yang telah empat tahun berada di Baturiti, Selasa (23/1/2018).

Tidak banyak kata yang diungkapkan oleh remaja yang sehari-hari berkerja sebagai tukang cuci mobil di Baturiti itu. Dia hanya mengatakan, pada saat kejadian, dia tengah berada di tempat kosnya.

"Tadi malam sekitar pukul 21.00 Wita kembali dari tempat orangtua. Mungkin kejadiannya malam saat mereka tidur," ujarnya.

(Baca juga : Tanah Longsor di Bali Renggut Nyawa Pasangan Suami Istri)

Dia bersama kakaknya, Fauzi, tidak memiliki firasat apapun terkait musibah yang menimpa orangtuanya. Keluarga ini berasal dari Desa Wondosuli, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Asman sendiri baru dua tahun berada di Baturiti.

Kejadian ini, lanjut dia, pertama kali diketahui oleh Puja, pemilik lahan yang digarap oleh kedua orangtua mereka.

"Tadi malam memang hujan deras di Baturiti," ujarnya.

Kedua bersaudara itu sempat menunggu hingga kemudian pada pukul 15.00 Wita, ambulans membawa kedua jenazah orangtuanya kembali ke Probolinggo dari kamar jenazah BRSUD Tabanan.

Sebelumnya diberitakan, pasangan suami istri asal Probolinggo, Jawa Timur, Mistari dan Miniarti menjadi korban tanah longsor di Banjar Bukit Catu, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Selasa sekitar pukul 08.00 Wita.

Perbekel Desa Candikuning, I Made Mudhita, mengatakan, pasangan suami istri tersebut ditemukan oleh Puja, pemilik lahan yang digarap keduanya selama tiga tahun.

"Keduanya saat ditemukan dalam posisi berpelukan, " tutur Mudhita.

Berita ini telah tayang di Tribun Bali, Selasa (23/1/2018), dengan judul: Orangtua Tewas Berpelukan Saat Tertimbun Longsor di Candikuning, Curhat Anak-anaknya Bikin Nangis

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X