Sejumlah Warga Nunukan Nekat Berfoto dengan Buaya Liar

Kompas.com - 23/01/2018, 23:14 WIB
Sejumlah warga Nunukan nekat melakukan swafoto dengan buaya muara liar yang terluka setelah berkelahi dengan sesama buaya. Meski terluka, buaya muara sangat berbahaya untuk didekati. Selama tahun 2017, laporan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan mencatat lebih dari 5 warga Nunukan menjadi korban diserang buaya. (Foto: Suprapto) Kompas.com/SukocoSejumlah warga Nunukan nekat melakukan swafoto dengan buaya muara liar yang terluka setelah berkelahi dengan sesama buaya. Meski terluka, buaya muara sangat berbahaya untuk didekati. Selama tahun 2017, laporan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan mencatat lebih dari 5 warga Nunukan menjadi korban diserang buaya. (Foto: Suprapto)
|
EditorErwin Hutapea

NUNUKAN, KOMPAS.com - Puluhan warga Nunukan, Kalimantan Utara, nekat berfoto dengan seekor buaya liar yang terluka setelah berkelahi dengan sesama buaya.

Menurut Suprapto, salah satu warga Nunukan, buaya sepanjang tiga meter tersebut kelihatan terluka sehabis berkelahi dengan sesama buaya yang ukurannya lebih besar.

“Kelahinya sejak semalam dari pengakuan pemilik jemuran rumput laut. Dikira ada gelombang besar, ternyata dua buaya kelahi,” ujar Suprapto, Selasa (23/1/2018).

Meski buaya itu kelihatan terluka dan diam, sangat berbahaya bagi orang untuk mendekat, apalagi berfoto dengan buaya muara yang terkenal ganas tersebut. Namun, puluhan warga Nunukan seakan tak memedulikan bahaya tersebut.

Beberapa warga bahkan mengajak anak kecil untuk berfoto di dekat buaya tersebut.

“Infonya buaya itu berada di bawah pohon sejak pagi sampai sore pukul 17.00 masih di bawah pohon itu,” imbuh Suprapto.

Baca juga: Tawarkan Buaya Muara di Facebook, Dua Orang Diamankan Polisi

Selama tahun 2017, laporan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan mencatat lebih dari lima warga Nunukan menjadi korban diserang buaya.

Kasus terakhir menimpa Ahmad, seorang nelayan warga Kampung Rambutan, Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, yang dilaporkan hilang di Sungai Sebuku saat mencari ikan pada pertengahan Desember 2017.

Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan hanya menemukan potongan jari dan baju korban yang diduga telah dimangsa oleh buaya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Walenrang Lamasi Blokade Jalan Tuntut Pemekaran Kabupaten

Mahasiswa Walenrang Lamasi Blokade Jalan Tuntut Pemekaran Kabupaten

Regional
Tangkap Terduga Teroris di Pekanbaru, Densus 88 Temukan Buku Jihad hingga Ketapel

Tangkap Terduga Teroris di Pekanbaru, Densus 88 Temukan Buku Jihad hingga Ketapel

Regional
4 Fakta 25 Makam di Tasikmalaya Dibongkar, Bukan Pertama Kali hingga Polisi Bentuk Tim

4 Fakta 25 Makam di Tasikmalaya Dibongkar, Bukan Pertama Kali hingga Polisi Bentuk Tim

Regional
Wakil Bupati Kendal: Saya Akan Pecat Oknum PNS yang Ketahuan Jadi Calo CPNS

Wakil Bupati Kendal: Saya Akan Pecat Oknum PNS yang Ketahuan Jadi Calo CPNS

Regional
Saat Gibran Gigih Maju Pilkada, Relawan 'Blusukan' hingga Ditanggapi Santai Calon Walkot Solo

Saat Gibran Gigih Maju Pilkada, Relawan "Blusukan" hingga Ditanggapi Santai Calon Walkot Solo

Regional
Nyamar Jadi Pocong 5 Siswa SMP Ditangkap, Sempat Kucing-kucingan dengan Polisi

Nyamar Jadi Pocong 5 Siswa SMP Ditangkap, Sempat Kucing-kucingan dengan Polisi

Regional
Pergi Melaut, Nelayan Manokwari Hilang di Perairan Tanah Rubuh

Pergi Melaut, Nelayan Manokwari Hilang di Perairan Tanah Rubuh

Regional
Di Hadapan 1590 Legislator Jateng, Ganjar Tekankan Antikorupsi dan Integritas

Di Hadapan 1590 Legislator Jateng, Ganjar Tekankan Antikorupsi dan Integritas

Regional
Kronologi Seorang Karyawan Tewas setelah Separuh Badanya Terjepit Mesin Roll

Kronologi Seorang Karyawan Tewas setelah Separuh Badanya Terjepit Mesin Roll

Regional
100 Rekaman Adegan Ranjang Jadi Barang Bukti Kasus Video Seks 3 Pria 1 Wanita di Garut

100 Rekaman Adegan Ranjang Jadi Barang Bukti Kasus Video Seks 3 Pria 1 Wanita di Garut

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,7 Guncang Manado, Warga Diimbau Hindari Bangunan Retak

Gempa Bermagnitudo 5,7 Guncang Manado, Warga Diimbau Hindari Bangunan Retak

Regional
Mayat Dalam Koper Ditemukan di Bogor, Ini yang Buat Warga Curiga

Mayat Dalam Koper Ditemukan di Bogor, Ini yang Buat Warga Curiga

Regional
Fakta Baru Ayah Tiga Anak di Minahasa Bunuh Istri lalu Gantung Diri

Fakta Baru Ayah Tiga Anak di Minahasa Bunuh Istri lalu Gantung Diri

Regional
Pasar Ngunut Tulungagung Terbakar, 522 Pedagang Direlokasi ke Pasar Hewan

Pasar Ngunut Tulungagung Terbakar, 522 Pedagang Direlokasi ke Pasar Hewan

Regional
Kapolsek Bersimpuh di Hadapan Massa yang Bawa Golok, Wakapolres Pinrang: Dikenal Baik dan Suka Menolong

Kapolsek Bersimpuh di Hadapan Massa yang Bawa Golok, Wakapolres Pinrang: Dikenal Baik dan Suka Menolong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X