Citarum Harum, "Jihad Lingkungan" Masyarakat Jawa Barat

Kompas.com - 23/01/2018, 15:52 WIB
Suasana pemandangan Sungai Citarum di kawasan Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (15/1/2018). Pemerintah melalui Badan Pembangunan dan Perencanaan Nasional (Bappenas) akan kembali melanjutkan program revitalisasi Sungai Citarum pada Februari 2018 dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat serta industri yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Citarum. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISISuasana pemandangan Sungai Citarum di kawasan Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (15/1/2018). Pemerintah melalui Badan Pembangunan dan Perencanaan Nasional (Bappenas) akan kembali melanjutkan program revitalisasi Sungai Citarum pada Februari 2018 dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat serta industri yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Citarum.
EditorLaksono Hari Wiwoho

ICMI Orwil Jabar menyambut gembira ajakan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo dalam program Revitalisasi Sungai Citarum. Hal ini mengingat upaya penanganan terhadap persoalan Sungai Citarum sudah dilakukan bertahun-tahun, tetapi belum ada hasil yang signifikan. Sehingga penanganannya memerlukan kesungguhan dan komitmen dari semua pihak.

Dari perspektif agama, mengingat besarnya dampak kerusakan dan sulitnya melakukan normalisasi. ICMI Orwil Jabar memandang upaya melakukan normalisasi dan revitalisasi sungai Citarum adalah Jihad lingkungan yang perlu digelorakan. Hal ini sejalan dengan fatwa NU tahun 1994 "bahwa pencemaran lingkungan, baik udara, air maupun tanah, apabila menimbulkan dlarar (kerusakan), maka hukumnya haram dan termasuk perbuatan kriminal (jinayat)".

Secara geografis, Sungai Citarum mengalir dari hulunya di Gunung Wayang selatan Kota Bandung mengalir ke utara dan bermuara di laut Jawa.

Citarum mengaliri 12 wilayah administrasi kabupaten/kota dan menyuplai air untuk kehidupan sekitar 28 juta masyarakat yang wilayahnya teraliri sungai tersebut.

Sungai Citarum juga merupakan sumber air minum untuk masyarakat di Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Bandung. Dengan panjang sekitar 269 km, mengaliri areal irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hektar. Sungai Citarum sejatinya merupakan sumber dari denyut nadi kehidupan yang perlu dirawat dengan baik.

ICMI Orwil Jabar sangat mengapresiasi keterlibatan TNI dan Polri di dalamnya yang diharapkan dapat memberi pengaruh signifikan, terutama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo yang demikian bersemangat dan memiliki passion dalam program untuk keberhasilan "Citarum Harum".

Dalam pandangannya, Citarum yang kembali normal dan lestari adalah bagian penting dari ikhtiar "menjaga NKRI". Doni Monardo terinspirasi keberhasilan revitalisasi hutan Amazon di Brasil, yang sukses berkat keterlibatan tentara. Termasuk peran aktif tentara dalam membenahi ekosistem lingkungan di berbagai negara.

Dari perspektif manajemen untuk keberhasilan program tersebut tentu diperlukan kesungguhan dengan melakukan perubahan besar terkait aspek regulasi, struktural dan tentu aspek kultural dalam program yang komprehensif.

Aspek kultural adalah hal tersulit karena terkait perilaku budaya tertib dan bersih dari masyarakat bahkan perilaku dunia industri yang masih menjadi penyumbang masalah terbesar pencemaran Citarum.

Jihad lingkungan untuk mengubah Citarum kembali bersih dan asri tentu memerlukan strategi total action agar ikhtiar besar tersebut dapat tercapai. Memang bukan hal yang mudah, tetapi bukan hal yang tidak mungkin jika ada totalitas dan kesungguhan dari semua pihak bagi kepentingan bangsa.

Itu semua karena di masa depan sumber daya air akan menghadapi tantangan besar di mana sumber daya air yang tersedia tidak bisa mengimbangi ledakan populasi penduduk. Hal itu berpotensi menimbulkan bencana dan wabah penyakit akibat kurang dan kotornya sumber daya air.

Sungai diibaratkan sebagai urat nadi dalam tubuh manusia, sementara air mengalir dalam urat nadi tersebut adalah seumpama darah.

Tanpa urat nadi darah, tidak mungkin mengirimkan berbagai zat makanan yang dibutuhkan oleh semua bagian tubuh manusia. Demikian juga tanpa sungai atau apabila sungai sudah tercemar, maka manusia akan sulit mendapatkan air yang layak, namun juga akan mahal.

Tantangan kultural

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga berharap masyarakat Jabar memiliki komitmen kuat untuk menjaga kelestarian dan kebersihan sungai Citarum seperti Sungai Nil di Mesir, sungai yang melintasi 17 negara, namun kebersihan airnya tetap terjaga. Sehingga, sungai berperan sebagai sumber kehidupan dan juga destinasi wisata.

Salah stu best practice dari Mesir dalam menjaga Sungai Nil tetap bersih dan asri adalah adanya pengacara sungai yang sigap melakukan tuntutan hukum bagi yang melanggar kebersihan dan keasriannya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Regional
Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Regional
Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Regional
Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Regional
Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Regional
Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Regional
Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Regional
Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

Regional
Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Regional
Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X