Kasus Judi Gelper di Batam, Polda Kepri Tetapkan 10 Tersangka

Kompas.com - 22/01/2018, 22:01 WIB
Barang bukti mesin ketangkasan Gelanggang Permainan Elektronik yang diamankan dari lokasi ketangkasan samping BCS Mall, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau. KOMPAS.COM/HADI MAULANABarang bukti mesin ketangkasan Gelanggang Permainan Elektronik yang diamankan dari lokasi ketangkasan samping BCS Mall, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau.
|
EditorErwin Hutapea

BATAM, KOMPAS.com - Hasil pengembangan pengungkapan kasus perjudian Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) di lokasi judi ketangkasan di samping SPBU BCS Mall, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau, Senin (15/1/2018) dini hari, sedikitnya 10 orang ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga, Senin (22/1/2018).

Ke-10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu berinisial SY sebagai penanggung jawab tempat usaha; VW, kasir hadiah; TY, wasit kunci; EF alias WI, koordinator pengawas; ED dan PFT, penampung hadiah ponsel; SA dan SU, penukar hadiah ponsel ke uang tunai; HS, calo atau pembantu penukaran hadiah ponsel ke uang tunai; serta YT sebagai pemain.

"10 tersangka ini akan dijerat Pasal 303 KUH Pidana juncto Pasal 303 bis KUH Pidana juncto Pasal 55 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ungkap Erlangga.

Baca juga: Polisi Gerebek Gedung Gelper yang Diduga Jadi Lokasi Judi di Batam

Selain 10 tersangka itu, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, yaitu satu unit mesin Dora Lucky Duck, satu lembar fotokopi surat tanda daftar usaha pariwisata, 103 bungkus koin, satu laptop merek Asus warna abu-abu, satu laptop merek Acer warna silver, serta satu laptop merek Acer warna hitam.

Kemudian tujuh unit HT, empat charger HT, tiga recorder CCTV, tiga server CCTV, empat flashdisc, satu mesin hitung uang warna putih, serta satu brankas beserta isinya, 466 unit ponsel berbagai merek, serta uang tunai Rp 148 juta dan 1.000 dollar Singapura.

"Modus yang digunakan setiap pemain yang menang nantinya akan diberikan hadiah berupa ponsel, setelah itu ponsel tersebut kembali ditukarkan dengan menjadi uang sesuai angka yang tertera di ponsel tersebut. Hanya saja, penukarannya dilakukan dengan orang lain, seolah-olah tidak serangkaian dengan lokasi tersebut, padahal kenyataannya mereka satu-kesatuan," terang Erlangga.

Untuk saksi, Erlangga mengaku sudah ratusan saksi yang diperiksa dan dimintai keterangan dari pengembangan kasus ini.

"Tidak menutup kemungkinan bisa saja akan ada tersangka baru, yang jelas saat ini Ditreskrimum Polda Kepri baru menetapkan 10 tersangka," tutur Erlangga.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Regional
Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X