Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penyelewengan Anggaran PDAM Pekalongan

Kompas.com - 22/01/2018, 17:57 WIB
IlustrasiKompas Ilustrasi

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Aparat Polres Pekalongan, Jawa Tengah, kini tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di PDAM Kabupaten Pekalongan. Kasus tersebut merupakan limpahan dari Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah terkait perluasan jaringan di dua lokasi, yaitu di Perumahan Griya Pewayangan, Kecamatan Kedungwuni, dan Perumahan Mekar Agung, Kecamatan Kajen.

"Kami masih tangani pengaduan mengenai dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan PDAM Kabupaten Pekalongan dengan memeriksa sejumlah saksi," kata Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto Agung, Senin (22/1/2018).

"Yang diadukan pemasangan jaringan ada dugaan investor itu uangnya tidak disetorkan ke kantor PDAM pada tahun 2017. Namun, informasi itu akan kami klarifikasi lebih lanjut. Nilainya sekitar Rp 130 juta," ujar dia.


Baca juga: Pelibatan KPK Tangani Korupsi Sektor Swasta Bisa Diatur di KUHAP

Agung menambahkan, hingga kini ada empat orang yang diperiksa menjadi saksi atas kasus dugaan penyelewengan dana pemasangan jaringan tersebut. Tidak tertutup kemungkinan polisi juga akan memanggil pengembang dan petinggi PDAM Kabupaten Pekalongan.

"Kalau pemeriksaan masih sebatas saksi, yang jelas kami masih melakukan penyelidikan," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Kabupaten Pekalongan Imam Sulistio tidak bisa dihubungi saat akan dikonfirmasi melalui telepon seluler untuk diminta tanggapannya.

Kompas TV Penangkapan dilakukan Kejaksaan Negeri kota Bandung.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X