Diduga Buang Limbah B3 ke Citarum, 3 Perusahaan Ditutup Sementara

Kompas.com - 22/01/2018, 17:18 WIB
Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto memperlihatkan barang bukti yang menyebabkan ketiga perusahaan di Kabupaten Bandung ditutup sementara lantaran tidak memiliki IPAL dan membuang limbah B3 ke Sungai Citarum. Rilis tangkapan ini digelar di Mapolda Jabar, Bandung, Senin (22/1/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADIKapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto memperlihatkan barang bukti yang menyebabkan ketiga perusahaan di Kabupaten Bandung ditutup sementara lantaran tidak memiliki IPAL dan membuang limbah B3 ke Sungai Citarum. Rilis tangkapan ini digelar di Mapolda Jabar, Bandung, Senin (22/1/2018).
|
EditorReni Susanti

BANDUNG,KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar menutup sementara tiga perusahaan di Kabupaten Bandung.

Penutupan dilakukan lantaran ketiganya diduga membuang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ke saluran yang bermuara ke Sungai Citarum. Ketiga perusahaan tersebut yakni Xpress Laundry, Ciharuman Laundry, dan Elvito Washing.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, ketiga perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa pembersih pakaian. Mereka beroperasi di Kampung Ciharuman dan Kampung Parung Peusing, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

"Perusahaan ini menghasilkan limbah cair dari sisa pencucian dan limbah B3 berupa sludge dari sisa endapan yang ada di bak penampungan tanpa proses pengolahan terlebih dahulu," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (22/1/2018).

(Baca juga : 5 Sopir Truk Ditangkap karena Mencuci Karung Beracun di Sungai Citarum )

Agung menjelaskan, pemeriksaan terhadap tiga perusahaan dilakukan Senin (15/1/2018) sekitar 11.30 WIB. Pemeriksaan dilakukan petugas Dit Reskrimsus Polda Jabar bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.

Begitu sampai di lokasi, petugas menghentikan sementara kegiatan pencucian terhadap jenis pakaian jadi yang dikirim beberapa konveksi di sekitar Kabupaten Bandung. 

ketiga perusahaan ini, sambung Agung, beroperasi sejak lima tahun lalu. Dalam sehari, masing-masing perusahaan bisa mencuci 200-500 helai. 

Bahan yang digunakan dalam pencucian baju, terdiri dari sabun cair, bahan kimia OBA Violet (pengkilat warna), bahan kimia ABS (anti stening), bahan kimia silikon, sodium sulfat dan softener (pelembut).

Lalu bahan kimia sodium metabisulfit (penetralisir), bahan kimia kaustik (pencerah warna), bahan kimia PK (peluntur warna), bahan kimia bio wash (pembuang bulu), dan pewarna.

(Baca juga : Benahi Sungai Citarum, ADB Tawarkan Pinjaman Rp 200 Triliun )

Limbah yang dihasilkan dalam proses pencucian ketiga perusahaan tersebut tidak diolah dulu. Mereka langsung membuangnya ke saluran air belakang perusahaan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Regional
Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Regional
Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X