Begal Karyawan, Pengamen di Karawang Ditembak Mati Polisi

Kompas.com - 22/01/2018, 16:56 WIB
Polres Karawang kembali menembak mati pelaku curas, DS (21)  karena berusaha melawan petugas. KOMPAS.com/Farida FarhanPolres Karawang kembali menembak mati pelaku curas, DS (21) karena berusaha melawan petugas.
|
EditorReni Susanti

KARAWANG, KOMPAS.com - Polres Karawang menembak mati pelaku kejahatan dengan kekerasan (curas), DS (21) lantaran berusaha melawan petugas. Penembakan ini bukan yang pertama. Dalam 2 pekan terakhir polisi menembak mati dua begal sadis.

Kasat Lantas Polres Karawang AKP Arman Sahti mengatakan, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, anggota Pos Lantas Jomin mendapat laporan pencurian dengan kekerasan (curas) dari anggota Koramil.

Salah satu korbannya, bernama Fathun (18). Ia dibegal saat pulang bekerja di daerah Kotabaru, Karawang. Setelah mendengarkan penjelasan korban, anggota yang bertugas mengenali ciri-ciri pelaku.

"Kemudian, diketahui pelaku bernama DS, seorang pengamen," ujar Arman saat ekspos kasus tersebut di kamar mayat RSUD Karawang, Senin (22/1/2018).

(Baca juga : Polisi Tembak Mati Pelaku Sindikat Narkoba Internasional Asal China)

Anggota tersebut, sambung Arman, mendatangi kos-kosan DS dan melakukan penangkapan, termasuk dua pelaku lain, PS alias Akew (19) dan SB (anak di bawah umur), pada pukul 23.30 WIB.

"Dalam waktu 4 jam pelaku dapat ditangkap," ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mappaseng mengungkapkan, saat dilakukan pengembangan ke TKP keempat sekitar pukul 03.00, DS berusaha merebut senjata dari pinggang petugas.

Karena membahayakan nyawa petugas dan masyarakat, akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur. "DS ditembak di bagian dada sebelah kiri," ungkapnya.

DS sebagai kapten dalam komplotannya telah melancarkan aksinya sebanyak 10 kali. Sementara Akew dan SB beraksi sebanyak 3 kali.

Maradona mengatakan, jaringan DS berbeda dengan jaringan Odet (19), begal sadis yang baru-baru ini ditembak mati polisi.

 

(Baca juga : Polres Karawang Instruksikan Tembak Mati Pelaku Curanmor)

DS merupakan pendatang dari Lampung yang tinggal di Perum Pagadungan, Kampung Purwasari, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Karawang. "Ia bukan residivis, dan kami terus mempelajari jaringannya," katanya.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah sepeda motor, telepon selular, pisau, dan jam tangan laki-laki.

Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan mengungkapkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ia terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Hendy mengatakan, sejak tiga pekan terakhir, kejahatan jalanan di Karawang menurun 40 persen. Ia mengaku polisi sengaja bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat Karawang. 

Kompas TV Pelaku sempat berusaha kabur saat digerebek di rumah kontrakan.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X