Ganjar: Pemerintah Seharusnya Hitung Potensi Panen Sebelum Impor Beras - Kompas.com

Ganjar: Pemerintah Seharusnya Hitung Potensi Panen Sebelum Impor Beras

Kompas.com - 21/01/2018, 22:53 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan operasi pasar di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/1/2018).KOMPAS.com/Labib Zamani Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan operasi pasar di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/1/2018).

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyarankan pemerintah untuk menghitung dengan sungguh-sungguh potensi panen dan data panen sebelum memutuskan impor beras.

"Kami tidak menolak atau menerima (kebijakan impor beras). Sebenarnya berapa data beras yang kita miliki, kalau posisi sekarang minus maka perlu dipertimbangkan beberapa hal, di mana ada panen dan kapan?," kata Ganjar, usai Sporty Day di Temanggung, Minggu (21/1/2018).

Menurut Ganjar, kebijakan impor perlu memperhitungkan apakah hasil panen petani lokal dalam jangka waktu terdekat sudah mencukupi stok pangan nasional atau belum.

Jika belum, maka langkah impor beras bisa dilakukan khusus untuk daerah yang benar-benar kekurangan beras.

"Jika di beberapa daerah stoknya kurang, apalagi panennya belum mencukupi, silakan impor. Tetapi (beras impor) diberikan pada daerah yang membutuhkan itu," ucap Ganjar.

(Baca juga: Ada Perbedaan Keterangan, DPR Akan Undang Kementan Soal Impor Beras)

Ganjar memastikan bahwa sejauh ini Jawa Tengah belum memerlukan beras impor karena stok mencukupi setidaknya empat bulan ke depan. Dia menyebut beberapa daerah yang sudah mulai panen antara lain Kudus, Kendal dan Grobogan.

"Setiap hari saya mendapatkan laporan itu, tinggal dihitung saja kita proyeksi. Kita sudah siap kalau diminta menghitung potensi panen per provinsi," ucap Ganjar.

"Kita relatif cukup dan tidak perlu impor untuk Jateng," tutur politisi PDI-P ini.

(Baca juga: Menko Darmin Sebut Impor Beras ke Indonesia Butuh Waktu)

Menurut dia, jika memang ada beras impor jangan sampai masuk ke daerah yang sedang panen karena akan merugikan petani. Dia pun meminta pengawasan distribusi beras impor supaya tidak dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

"Tetapi kami tidak berani katakan tolak impor. Kalau beberapa daerah lain tidak mencukupi siapa yang mau tanggung jawab," kata dia.

Ganjar berpendapat, ketersediaan pangan nasional bisa aman jika pemerintah membuat kebijakan diversifikasi pangan. Misalnya, mengganti beras sejahtera (rastra) dengan komoditi pangan lain seperti jagung sejahtera, singkong sejahtera, ubi sejahtera.

"Mungkin stok pangan cukup, tetapi tinggal masyarakatnya biasa tidak makan seperti itu? Kalau di Papua papeda sejahtera, kenapa kita tidak berpikir seperti itu," kata dia.


EditorBayu Galih

Terkini Lainnya

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Regional
Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Regional
Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Regional
Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Regional
Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Regional
Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Regional
Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Regional
Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Megapolitan
Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Regional
Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Megapolitan
Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Nasional
Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Internasional
Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Regional
Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Megapolitan
Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Regional

Close Ads X