Dedi Mulyadi: Ibu Ini Pejuang Keluarga yang Mampu Kelola Keuangan

Kompas.com - 20/01/2018, 16:29 WIB
Calon wakil gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar dan Demokrat Dedi Mulyadi, bertemu warga saat menghadiri undangan hajatan desa di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat (19/1/2018) malam. KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHACalon wakil gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar dan Demokrat Dedi Mulyadi, bertemu warga saat menghadiri undangan hajatan desa di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat (19/1/2018) malam.
|
EditorErlangga Djumena

PURWAKARTA, KOMPAS. com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar dan Demokrat Dedi Mulyadi, meyakini kekuatan manajemen keuangan yang dimiliki oleh seorang ibu mampu memenuhi kebutuhan anggota keluarganya.

Dia mencontohkan seorang ibu di perkampungan yang tak berpendidikan tinggi, tetapi mampu mengelola keuangan jumlah kecil dengan baik untuk keluarganya.

"Orang bodoh atau tak berpendidikan tinggi saja mampu mengelola keuangan dengan baik. Seperti saya bertemu seorang ibu Ai Sumarni (38), asal Kabupaten Bandung, mengaku tiap harinya mendapatkan uang dari suaminya sebagai tukang ojek hanya Rp 20.000, tapi bisa cukup untuk keperluan keluarga per hari," kata Dedi saat menghadiri undangan hajat lembur di Desa Cipela, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat (19/1/2018) malam.

Dia menyebutkan, pola manajemen ibu di perkampungan di Jawa Barat terbiasa menerapkan budaya Sunda. Selama ini pengelolaan keuangan seperti itu didapatkan secara turun temurun dari orang tuanya terdahulu. Mereka biasanya menerapkan pola mengedepankan hal yang penting daripada yang belum penting. Sehingga tak memerlukan pendidikan tinggi untuk mampu mengelola keuangan.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Orangtua Menjerit Biaya Sekolah Mahal

"Ibu ini pejuang keluarga yang mampu mengelola keuangan seadanya dengan baik. Sehingga selama ini kebutuhan keuangan keluarganya masih bisa mencukupi meski kondisinya sangat pas-pasan," ucap dia.

Dedi menambahkan, Ai merupakan sosok wanita kuat dan cerdas. Meski tidak pernah merasakan pendidikan formal, ia mampu melakukan pengelolaan keuangan keluarga dengan baik. Anehnya, kata Dedi, orang yang tidak berpendidikan sering menerima stigma sebagai orang bodoh.

“Sehari Rp 20.000 berarti sebulan Rp 600.000. Ibu Ai adalah ahli ekonomi yang sebenarnya. Karena ahli ekonomi pun belum tentu bisa mengelola uang segitu. Ditambah, Ibu Ai mampu bekerja mandiri meskipun tidak lulus SD,” ungkapnya.

Dedi bersama para koleganya pun secara spontan mengumpulkan uang bersama-sama sampai terkumpul Rp 10 juta dan diserahkan kepada ibu empat anak tersebut. Dia berharap dengan bantuan ini, Ai mampu mengembangkan sebuah usaha untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarganya.

“Ini modal buat Ibu Ai. Silakan dikelola oleh Ibu, sudah rezeki Ibu. Silakan dimanfaatkan dengan baik,” kata Dedi.

Sementara itu, Ai terharu dan tidak menyangka mendapatkan hal tersebut dari rombongan Dedi Mulyadi, termasuk saat itu hadir Bupati Bandung Dadang Naser. Sebelumnya dirinya hanya menceritakan keluh kesah hidupnya kepada salah satu kandidat tersebut.

"Untuk membantu suami yang tukang ojek, saya pun membantu suami dengan menjadi buruh tani," tambahnya.

Menurut dia, dirinya sempat berpikiran akan menjadi tenaga kerja wanita ke luar negeri, tetapi Ai mengurungkan niatnya karena tak tega meninggalkan anak-anaknya. "Dulu saya sempat mau jadi TKW, tapi saya gak jadi karena kasihan kepada keempat anak saya dan tak mau meninggalkan mereka," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X