Dedi Mulyadi Kenalkan Sorabi Oncom kepada Jurnalis Asing

Kompas.com - 19/01/2018, 23:14 WIB
Cawagub asal Partai Golkar dan Demokrat Dedi Mulyadi mengenalkan makanan khas Sunda Surabi Oncom kepada tamunya tim jurnalis ABC Australia di Purwakarta, Jumat (19/1/2018). KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHACawagub asal Partai Golkar dan Demokrat Dedi Mulyadi mengenalkan makanan khas Sunda Surabi Oncom kepada tamunya tim jurnalis ABC Australia di Purwakarta, Jumat (19/1/2018).
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar dan Demokrat, Dedi Mulyadi mengenalkan salah satu makanan khas Sunda, sorabi oncom kepada para jurnalis luar negeri, Jumat (19/1/2018).

Kepada jurnalis ABC Australia, David Lipson (38), bupati Purwakarta tersebut memperlihatkan cara membuat kue sorabi oncom atau olahan fermentasi kedelai. Makanan itu biasanya selalu hadir tiap hari Jumat di lingkungan Pemkab Purwakarta dengan menghadirkan seorang pedagang sorabi bernama Halimah (44).

Jurnalis asal Negeri Kangguru tersebut langsung melahap sorabi yang dibuat oleh Dedi Mulyadi. Sorabi sendiri dibuat dengan bahan tepung beras dan diberi olahan oncom dengan cabai rawit yang sudah dihaluskan. Olahan itu dibakar dengan tungku tradisional kayu bakar memakai cetakan kecil dari tanah liat.

Delicious, enak enak," kata David di hadapan Dedi.


David menuturkan, di negara asalnya, tidak terdapat makanan dengan komposisi yang sama dengan kue sorabi. Tapi dirinya mengaku lidahnya cocok dengan kuliner khas Indonesia.

“Di negara saya tidak ada makanan seperti ini. Saya baru mencicipinya sekarang. Rasa makanan ini sangat unik,” ujar dia.

Baca juga : Dedi Mulyadi Heran Petani Sulit Mendapat Beras di Daerah Lumbung Padi

Dedi Mulyadi secara spontan mengenalkan makanan sorabi setelah kedatangan tamu dari Inggris yang hendak mewawancarainya tentang kesuksesan pembangunan di Purwakarta. Dedi yang sedang duduk seusai lari pagi langsung mengajak tamu asingnya itu untuk makan sorabi.

"Sekalian promosi ke luar negeri ini. Tamu asing saya diajak makan sorabi," kata dia.

Sebelumnya, Dedi pun pernah membawa sate maranggi khas Purwakarta saat diminta menyampaikan gagasan tentang keluhuran budaya Indonesia khususnya budaya Sunda di forum PBB, Amerika Serikat. Sehingga, pengenalan sorabi ini pun sebagai upaya promosi ke luar negeri yang diliput langsung oleh tim dari media ABC Australia.

Menurut Dedi, hari ini sudah muncul beberapa varian kue sorabi mulai dari sorabi sosis, sorabi keju, sorabi pandan dan lainnya. Sayangnya, kata dia, tepung yang digunakan untuk pembuatannya bukan tepung beras melainkan tepung biasa.

“Iya banyak varian sorabi sekarang ini. Tapi sayang kebanyakan memakai tepung biasa, bukan tepung,” ujarnya.

Baca juga : Dedi Mulyadi: Kita Kerja Setahun Hampir Sama dengan Kerja Seratus Tahun

Dirinya berharap dengan upaya promosi melalui koleganya dari luar negeri tersebut, sebuah daerah bisa terkenal dengan penguatan identitas kuliner. Apalagi, makanan khas daerah, terutama di Jawa Barat, tidak pernah menggunakan bumbu penyedap rasa atau pewarna buatan.

“Makanan kita itu higienis dan mampu bersaing di dunia internasional. Karena itu, masyarakat kita harus percaya diri mempromosikan kuliner khas daerah,” pungkas Dedi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Fendi, Derita Penyakit Misterius 4 Tahun Terbaring Kaku Seperti Kayu

Kisah Fendi, Derita Penyakit Misterius 4 Tahun Terbaring Kaku Seperti Kayu

Regional
Pimpin Aksi Bersih Teluk Ambon, Gubernur Murad Ajak Warga Bebaskan Maluku dari Sampah

Pimpin Aksi Bersih Teluk Ambon, Gubernur Murad Ajak Warga Bebaskan Maluku dari Sampah

Regional
Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Regional
Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Regional
Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Regional
Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Regional
Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Regional
KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

Regional
Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Regional
Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul 'Traffic Cone' Sebelum Tewas

Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul "Traffic Cone" Sebelum Tewas

Regional
Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Regional
Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Regional
'Naik Kelas' Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

"Naik Kelas" Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

Regional
Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Regional
Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X