Mayat Perempuan Tanpa Kepala dan Tangan Ditemukan di Hutan Mangrove

Kompas.com - 19/01/2018, 19:05 WIB
Petugas mengevakuasi jasad perempuan tanpa kepala yang ditemukan di kawasan mangrove, Kecamatan Bugul Kidul, Pasuruan Kota, Kamis (18/1/2018). Surabaya.tribunnews.com/galih lintartikaPetugas mengevakuasi jasad perempuan tanpa kepala yang ditemukan di kawasan mangrove, Kecamatan Bugul Kidul, Pasuruan Kota, Kamis (18/1/2018).
EditorCaroline Damanik

PASURUAN, KOMPAS.com - Penemuan mayat perempuan di kawasan Hutan Mangrove, Kamis (18/1/2018) siang, menggegerkan warga Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Saat ditemukan, mayat dalam kondisi tanpa kepala dan tangan kiri. Tubuh korban jugaluka-luka.

Perempuan yang ditemukan dengan baju warna hijau motif kembang itu diduga kuat sebagai korban pembunuhan. Tidak ada identitas yang ditemukan polisi.

(Baca juga : Kami Biasa Bawa Mayat Ditandu Pulang Lagi karena Meninggal dalam Perjalanan)

Awalnya, dia melihat sesuatu yang janggal di mangrove. Saat mendekat, Hamid terkejut karena ternyata yang dilihatnya adalah mayat perempuan.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo mengatakan, dalam pemeriksaan, pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab kematian perempuan ini.

"Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan beberapa barang bukti," katanya, Kamis (18/1/2018).

Berita ini telah tayang di Surya, Kamis (18/1/2018), dengan judul: Mayat Perempuan Tak Berkepala dan Berlengan Ditemukan di Kawasan Mangrove Pasuruan

 

 

 

Kompas TV Aparat kepolisian Polres Batang dan polda Jawa Tengah membongkar makam korban pembunuhan di hutan Sengon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X