Kompas.com - 19/01/2018, 14:56 WIB
|
EditorErwin Hutapea


GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Pasca-peristiwa pada Rabu (17/1/2018), AT, seorang guru Matematika di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, yang nyaris diamuk massa di halaman sekolah, kini bisa menghirup udara bebas.

Kanit 1 Satreskrim Polres Nias Ipda Sugiabdi, Jumat (19/1/2018) di Mapolres Nias, mengatakan, pembebasan pelaku atas laporan dari enam orang siswi yang mengaku mengalami pelecehan seksual saat belajar di ruang kelas itu karena tidak ada bukti yang kuat.

”AT sudah dibebaskan karena pelaku tidak mengakui perbuatannya,” kata Sugiabdi kepada awak media.

Meski dari pemeriksaan enam pelapor, yakni berinisial ANZ, EIZ, AAZ, SA, MH, dan ZAL, yang berusia rata-rata 10 tahun tersebut, Sugiabdi menyebutkan bahwa dari hasil pengumpulan keterangan serta pemeriksaan para korban dan pelaku tidak memenuhi bukti sehingga oknum guru AT dibebaskan dan dikenakan wajib lapor.

“Terduga pelaku pelecehan seksual di kelas sudah dikembalikan kepada keluarganya. Namun, terduga pelaku masih wajib lapor karena kasus ini masih terus akan dilidik,” jelas Sugiabdi.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual di Depok Tak Ditahan, Hanya Wajib Lapor

Dia menambahkan, keenam korban yang masih duduk di SD tersebut mengaku, pelaku menjalankan aksinya saat proses belajar mengajar dengan memanggil para korban ke depan untuk mengerjakan soal. Saat korban tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan AT, pelaku memegang dada dan mengelus paha para korbannya.

“Keenam korban mengaku mengalami pelecehan seksual dan pelaku tidak mengakui telah berbuat demikian,” ujar Sugiabdi.

Lebih lanjut, pada saat pemeriksaan perbuatan AT yang dituduhkan oleh keenam korban, tidak ada yang mengetahui. Adapun bukti-bukti yang dikumpulkan oleh pihak penyidik masih kurang karena hanya sebatas kesaksian para korban sehingga AT tidak dapat ditetapkan sebagai tersangka dan dikembalikan kepada keluarganya.

Namun, dalam waktu dekat ini pihak penyidik Polres Nias berencana akan memanggil psikiater untuk memeriksa AT karena hingga saat ini tidak mengakui perkara yang disangkakan kepadanya.

Kompas TV Tim Komnas Perlindungan Anak pun langsung mendatangi Polsek Natar untuk mendapatkan konfirmasi penahanan para pelaku.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Regional
Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Regional
Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Regional
Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Regional
Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Regional
Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Regional
Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Regional
Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Regional
Jawa Barat Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Pertama Se-Indonesia

Jawa Barat Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Pertama Se-Indonesia

Regional
Capai 80 Juta Vaksinasi, Kang Emil Buka Bandung Bike Festival 2022

Capai 80 Juta Vaksinasi, Kang Emil Buka Bandung Bike Festival 2022

Regional
Kang Emil Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2022

Kang Emil Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2022

Regional
Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Regional
Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Regional
Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Regional
Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.