Polisi dan BKSDA NTB Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung ke Bali

Kompas.com - 17/01/2018, 22:30 WIB
Sebanyak 1.711 burung berbagai jenis digagalkan dari  penyelundupan oleg Aparat Polres Lombok Barat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB. kompas.com/fitriSebanyak 1.711 burung berbagai jenis digagalkan dari penyelundupan oleg Aparat Polres Lombok Barat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB.
|
EditorFarid Assifa

MATARAM, KOMPAS.com - Aparat Polres Lombok Barat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat, Rabu (17/1/2018) berhasil mengagalkan penyelundupan 1.711 ekor burung.

BKSDA mencatat, 7 jenis burung yang akan diselundupkan, 2 di antaranya adalah satwa yang dilindungi.

“Kami mencatat ada 7 jenis burung yang akan diselundupkan, dua di antaranya adalah jenis burung yang dilindungi, yaitu seekor burung elang bondol dan 200 ekor kecial kumbuk, ribuan lain memang buka jenis burung yang dilindungi, tapi tak berdokumen, kan mereka akan membawa burung-burung ini keluar dari NTB,” kata Ivan Juhandara, juru bicara BKSDA NTB.

Ivan menyebutkan bahwa tindakan para penyelundup satwa yang diketahui bernisial Sh (31), warga NTB, telah melanggar Psal 21 ayat 2 huruf a junto Pasal 40 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Pelaku perdagangan ilegal satwa atau penyelundup satwa ini dapat digajar dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah, dan hal ini telah ditangani aparat Polres Lombok Barat,” kata Ivan.

Dijelaskan, jumlah dan jenis burung yang diamankan BKSDA, selain elang bondol dan kecial kumbuk, juga 1.200 ekor burung banyar, 250 ekor kecial kuning, 15 ekor kepodang, 30 ekor cerucuk dan 15 ekor srigunting.

Baca juga : Kenapa Burung Jenis Baru Asal NTT Diberi Nama Iriana Widodo?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ivan mengatakan bahwa kondisi ribuan burung itu sangat memprihatinkan, karena ditumpuk dalam kardus satwa yang tidak sesuai standar. Kondisi itu menyebabkan ratusan burung mati karena terinjak dan kehabisan oksigen.

“Ini sungguh miris kami melihatnya, burung-burung ini diperlakukan seenaknya, tidak memperhatikan aspek kesejahteraan satwa,” katanya.

Untuk mengurangi kematian burung-burung, petugas BKSDA merelokasinya dari dalam kardus ke kandang yang lebih layak, sebelum dilepaskan ke kawasaan Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Upaya ini dilakukan agar satwa liar kembali ke habitatnya serta meningkatkan populasi burung di alam.

Baca juga : Bangun Hotel Burung Walet, Pengusaha di Sebatik Ini Raup Untung Besar

Menggagalkan penyelundupan burung ke luar NTB merupakan kasus kedua di awal tahun 2018 ini. Kasus pertama terjadi pada tanggal 8 Januari lalu. Sebanyak 2.400 ekor burung diamankan dari penyelundupan melalui pelabuhan Lembar Lombok Barat.

BKSDA NTB juga mencatat selama tahun 2017 tercatat 6 kasus penyelundupan burung atau satwa yang digagalkan, dengan jumlah burung mencapai 8.000 ekor.

Kompas TV Dengan kondisi alam yang masih terjaga, tak heran Rawa Bento menjadi destinasi pilihan para wisatawan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.