Dedi Mulyadi Heran Petani Sulit Mendapat Beras di Daerah Lumbung Padi

Kompas.com - 17/01/2018, 15:08 WIB
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar dan Demokrat Dedi Mulyadi, saat bertemu dengan Bongkin (75), petani asal Desa Balareja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Selasa (16/1/2018) malam.  KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHACalon Wakil Gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar dan Demokrat Dedi Mulyadi, saat bertemu dengan Bongkin (75), petani asal Desa Balareja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Selasa (16/1/2018) malam.
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar dan Demokrat, Dedi Mulyadi, mengaku heran mengetahui para petani padi kesulitan mendapatkan beras di Indramayu yang dianggap sebagai lumbung beras nasional.

Padahal, kata Dedi, petani di Kabupaten Indramayu merupakan produsen beras berkualitas tinggi yang selama ini beredar di kota-kota besar dengan harga premium alias mahal.

"Kondisi petani atau buruh tani tak dapat beras kualitas di pusat lumbung beras sangat disayangkan. Ini ada pola yang harus diubah. Selama ini petani dari mulai menanam sampai panen dibayar dengan uang. Uang itu dibelikan beras. Kalau bisa memproduksi beras, kenapa harus membeli beras? Petani seharusnya memiliki cadangan beras yang cukup,” jelas Dedi kepada wartawan di kantornya, Rabu (16/1/2018).

Dedi manambahkan, pola kebiasaan penghasilan buruh tani saat panen dan distribusi beras perlu diubah untuk kesejahteraan mereka. Sebelum kebutuhan beras berkualitas di daerah mencukupi, hasil panen jangan dulu dikirim ke kota-kota besar.


Setiap daerah sebagai lumbung beras tentunya harus memiliki cadangan beras berkualitas dulu untuk pemenuhan kebutuhan masyarakatnya.

"Kalau sekarang itu hasil panen langsung dijual dan dikirim ke pasar induk kota-kota besar. Selama ini kita masih mengabaikan skema ini di daerah penghasil beras," tambah Dedi.

Baca juga : Wabup Karawang: Beras Langka karena Program 3 Kali Tanam yang Dipaksakan

Dengan demikian, jika terpilih di Pilkada Jabar, Dedi akan melakukan penguatan infrastruktur pendukung di seluruh daerah produsen pertanian. Salah satunya adalah membangun lumbung beras di sentra-sentra pertanian setiap daerah di Provinsi Jawa Barat.

"Pertama nanti akan dibangun lumbung beras di daerah-daerah penghasil. Nantinya pemprov dan tiap pemkab akan lebih bersinergi secara bersama-sama," ujar dia.

Sistem irigasi dan asuransi pertanian pun menjadi fokus utama dalam penyelesaian masalah pertanian, sehingga nantinya pemerintah akan terlibat langsung mulai dari proses awal penanaman sampai panen. Kalaupun petani mengalami gagal panen nantinya akan ada perlindungan pemerintah melalui asuransi pertanian.

“Gagasan ini selalu saya informasikan kepada para petani tentang pentingnya asuransi pertanian. Paling penting juga tentang pengoptimalan sistem irigasi pertanian," ungkap dia.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Muda Ini Terkejut Ada 4 Janin Kembar Saat Kehamilan Bulan Keempat, Sebelumnya Hanya 2 Janin

Ibu Muda Ini Terkejut Ada 4 Janin Kembar Saat Kehamilan Bulan Keempat, Sebelumnya Hanya 2 Janin

Regional
Udang Cantik Asal Sulawesi Terancam Punah karena Pencemaran Lingkungan

Udang Cantik Asal Sulawesi Terancam Punah karena Pencemaran Lingkungan

Regional
Detik-detik Kecelakaan Ambulans Jenazah Tabrak Truk yang Tewaskan 5 Orang

Detik-detik Kecelakaan Ambulans Jenazah Tabrak Truk yang Tewaskan 5 Orang

Regional
Cerita Ibu Hamil 8 Bulan Terpapar Kabut Asap di Riau, Khawatirkan Bayi di Kandungan

Cerita Ibu Hamil 8 Bulan Terpapar Kabut Asap di Riau, Khawatirkan Bayi di Kandungan

Regional
Polisi Sebut Telah Menggeledah Rumah Veronica Koman di Jakarta

Polisi Sebut Telah Menggeledah Rumah Veronica Koman di Jakarta

Regional
Video Asusila Berseragam ASN di Jabar Ternyata Guru Honorer di Purwakarta

Video Asusila Berseragam ASN di Jabar Ternyata Guru Honorer di Purwakarta

Regional
Keluarga Ibu Muda yang Lahirkan Bayi Kembar 4 Tak Punya Riwayat Keturunan Kembar

Keluarga Ibu Muda yang Lahirkan Bayi Kembar 4 Tak Punya Riwayat Keturunan Kembar

Regional
Remaja Perkosa Saudari Kandung Gara-gara Video Porno

Remaja Perkosa Saudari Kandung Gara-gara Video Porno

Regional
Ratusan Pekerja Sawit Asal NTT Diberhentikan Tanpa Pesangon

Ratusan Pekerja Sawit Asal NTT Diberhentikan Tanpa Pesangon

Regional
Sungai Cileungsi Kotor Parah, Kang Emil Ambil Tindakan Tegas

Sungai Cileungsi Kotor Parah, Kang Emil Ambil Tindakan Tegas

Regional
Zaenal Tak Hanya Dipukul di Halaman Satlantas, tetapi Juga di Mobil Patroli Polisi

Zaenal Tak Hanya Dipukul di Halaman Satlantas, tetapi Juga di Mobil Patroli Polisi

Regional
Rusunawa Kaligawe Dilapori Warga Kotor, Wali Kota Hendi Turun Langsung Kerja Bakti

Rusunawa Kaligawe Dilapori Warga Kotor, Wali Kota Hendi Turun Langsung Kerja Bakti

Regional
Cerita Pilu Gadis Remaja Disekap 4 Hari dan Diperkosa di Rumah Kosong

Cerita Pilu Gadis Remaja Disekap 4 Hari dan Diperkosa di Rumah Kosong

Regional
Seluruh Wanita di Desa Ini Diteror Pria Cabul Sejak 2018, Ini Modusnya

Seluruh Wanita di Desa Ini Diteror Pria Cabul Sejak 2018, Ini Modusnya

Regional
Kebakaran Hutan Gunung Merbabu Masih Terjadi di Wilayah Boyolali

Kebakaran Hutan Gunung Merbabu Masih Terjadi di Wilayah Boyolali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X