Retak dan Diguyur Hujan, Tembok Pagar Peninggalan Pakubuwono X Roboh

Kompas.com - 17/01/2018, 14:33 WIB
Seorang warga melintas di sekitar robohnya tembok pagar Dalem Prabuwinatan Keraton Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/1/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniSeorang warga melintas di sekitar robohnya tembok pagar Dalem Prabuwinatan Keraton Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/1/2018).
|
EditorReni Susanti

SOLO, KOMPAS.com - Tembok pagar Dalem Prabuwinatan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo, Jawa Tengah roboh setelah beberapa hari diguyur hujan. Tembok pagar yang dibangun masa pemerintahan Pakubuwono X itu roboh pada Senin (15/1/2018) malam.

Menurut abdi dalem Keraton Surakarta, Endro, sebelum tembok pagar pembatas gudang bekas gardu induk listrik keraton roboh, terdapat retakan di bagian tembok tersebut. Lantaran tidak segera diperbaiki, retakan melebar sehingga membuat tembok itu roboh.

"Sudah lama tembok pagar ini retak. Saya dulu diminta (keraton) untuk membeli bambu untuk memagari sekitar tembok pagar ini. Sampai bambunya lapuk belum ada perbaikan. Sahingga Senin malam pada waktu Isya temboknya roboh," kata Endro yang saat itu menyaksikan robohnya tembok pagar, Rabu (17/1/2018).

Menurut dia, tembok pagar yang roboh sepanjang 15 meter dengan tinggi 6 meter dan tebal 50 sentimeter. Sisa reruntuhan tembok pagar sampai saat ini masih dibiarkan di lokasi dengan digaris polisi.

(Baca juga : Jokowi Janji Revitalisasi Keraton dan Kerajaan yang Rusak )

Kerabat Keraton Surakarta, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng mengatakan, retakan pada tembok pagar sudah terlihat sejak 10-15 tahun lalu.

Namun karena tergolong bangunan cagar budaya dilindungi, keraton hanya bisa melakukan tambal sulam terhadap tembok pagar yang retak itu.


"Parahnya itu terlihat sejak tiga tahun terakhir ini. Karena hujan terus membuat retakan tembok pagar melebar. Serta usia tembok pagar yang sudah tua membuat tembok pagar roboh," ujar dia.

Gusti Moeng mengaku, keraton berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jateng agar segera ditangani lebih lanjut. Mengingat tembok pagar tersebut merupakan bangunan cagar budaya dilindungi.

"Kemarin saya langsung berkoordinasi dengan BPCB dan TACB Jateng. Karena bangunan keraton merupakan cagar budaya," pungkasnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X