Panwaslu Semarang: Penderita Gangguan Jiwa Tanpa Surat Dokter Wajib Tercatat di Daftar Pemilih

Kompas.com - 16/01/2018, 21:20 WIB
Rapat Koordinasi Pengawasan Tahapan Pilkada, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018, Selasa (16/1/2018) siang. Kompas.com/Syahrul MunirRapat Koordinasi Pengawasan Tahapan Pilkada, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018, Selasa (16/1/2018) siang.
|
EditorErwin Hutapea

UNGARAN, KOMPAS.com - Panwaslu Kabupaten Semarang siap mengawal tahap gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) pemutakhiran data pilkada serentak secara nasional pada 20 Januari 2018.

Ketua Panwaslu Kabupaten Semarang Agus Riyanto mengatakan, semua komisioner Panwaslu Kabupaten Semarang hingga jajaran di bawahnya, yang meliputi 57 anggota Panwascam dibantu staf teknis pengawasan dan 235 anggota Panwaslu kelurahan/desa se-Kabupaten Semarang, akan memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat terdaftar sebagai pemilih.

"Kami akan memastikan setiap Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) melakukan coklit, turun ke rumah-rumah," kata Agus di sela Rapat Koordinasi Pengawasan Tahapan Pilkada Jawa Tengah 2018, Selasa (16/1/2018) siang.

Agus menjelaskan, hak memilih dalam pemilu dan pilkada diberikan kepada setiap WNI yang genap berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah pernah kawin dan terdaftar sebagai pemilih.

Adapun syarat-syarat pemilih selain genap berumur 17 tahun atau lebih pada hari pemungutan atau sudah pernah menikah, juga yang bersangkutan tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan.

Syarat lainnya yaitu berdomisili di daerah pemilihan yang dibuktikan dengan e-KTP atau surat keterangan yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, serta tidak sedang menjadi anggota TNI atau kepolisian.

"Sesuai dengan tugas kami, menjaga hak pilih di seluruh negeri. Maka orang yang terganggu jiwanya, jika tidak dibuktikan dengan surat keterangan dokter atau rumah sakit jiwa, sifatnya wajib didata sebagai pemilih," ujarnya.

Baca juga: Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Pria Lompat ke Sungai Pangkep

Agus mengungkapkan, guna meminimalisasi masalah-masalah dalam pemutakhiran data dan daftar pemilih, pihaknya telah menyusun peta kerawanan dan menentukan fokus pengawasan.

Sejumlah permasalahan yang potensial menghambat pemutakhiran data dan daftar pemilih di Kabupaten Semarang, antara lain pemilih yang bekerja di luar daerah, pemilih yang ada di rumah tahanan, lapas, pasien dan penunggunya di rumah sakit, serta karyawan perusahaan.

"Pekerja boro, TKI, pekerja kontrak di luar daerah berpotensi tidak masuk dalam coklit ini, termasuk kos-kosan, asrama mahasiswa atau santri, dan lapas menjadi fokus pengawasan kami," imbuhnya.

Agus menambahkan, pengawasan terhadap kegiatan coklit, selain untuk memastikan PPDP hadir ke rumah-rumah warga untuk memperbaiki data pemilih, juga untuk memastikan petugas mencatat keterangan pemilih berkebutuhan khusus pada kolom jenis disabilitas.

"Hal ini penting untuk memastikan aksesibilitas para pemilih berkebutuhan khusus saat pemungutan suara di TPS nanti," tuturnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X