Kompas.com - 16/01/2018, 19:11 WIB
Roni Anggara (kiri) dan Andi Syahputra (tengah) serta Andi Lala (kanan) tertunduk saat mendengarkan vonis majelis hakim di Ruang Cakra VI PN Medan, Jumat (22/1/2018), atas kasus pembunuhan sadis di Mabar, Medan. Tribun Medan/Mustaqim Indra JayaRoni Anggara (kiri) dan Andi Syahputra (tengah) serta Andi Lala (kanan) tertunduk saat mendengarkan vonis majelis hakim di Ruang Cakra VI PN Medan, Jumat (22/1/2018), atas kasus pembunuhan sadis di Mabar, Medan.
EditorCaroline Damanik

MEDAN, KOMPAS.com - Masih ingat dengan kasus pembunuhan satu keluarga di Medan, Sumatera Utara pada April 2017? 

Andi Matalata atau Andi Lala, otak kasus pembunuhan ini, divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Ketua Majelis Hakim Dominggus Silaban menyebutkan, Andi Lala telah melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 tentang Pembunuhan Berencana.

"Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Andi Lala dengan hukuman mati," kata Dominggus, di Ruang Cakra VI, PN Medan, Jumat (12/1/2018).

Vonis hukuman itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga yang menuntut Andi Lala dengan vonis yang sama.

(Baca juga: Pembunuhan Satu Keluarga, Tiap Malam Kinara Menangis Memanggil Ibunya)

Andi Lala juga menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap Suherwan di Lubukpakam, Deliserdang, pada tahun 2015.

Saat mendengar vonis yang dibacakan oleh majelis hakim, sontak pandangan Andi Lala tertuju ke arah meja hakim yang berada tepat di depannya di Ruang Cakra VI PN Medan.

Pandangannya seakan kosong. Padahal, selama persidangan yang berjalan kurang lebih satu jam, Andi Lala terlihat beberapa kali menundukkan dan juga menegadahkan wajahnya. Tangannnya terus bergerak memainkan jemarinya.

Saat hakim mengetok palu tanda sidang berakhir, tim penasihat hukum  dar Pusat Bantuan Hukum DPC Peradi Medan langsung menghampiri Andi Lala dan membisikkan sesuatu.

(Baca juga: Dendam karena Sabu di Balik Pembunuhan Satu Keluarga di Medan)

Kemudian petugas Pengawal Tahanan memborgol tangan Andi Lala bersama dengan Andi Syahputra dan Roni Anggara untuk dibawa ke ruang sel Tahanan Sementara yang berada di bagian belakang gedung PN Medan.

Andi Lala hanya menggelengkan kepala lalu meneteskan air mata ketika diserbu pertanyaan terkait vonis tersebut. Tak ada satu patah kata pun keluar dari mulutnya hingga dia dibawa ke sel sementara.


Berita ini telah tayang di Tribun Medan, Jumat (12/1/2018), dengan judul: Divonis Hukuman Mati Karena Dalangi Dua Kasus Pembunuhan, Begini Reaksi Andi Lala

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X