KSAL: Indonesia Negara Maritim, Pekerja di Laut Cuma 2,3 Juta Orang

Kompas.com - 16/01/2018, 16:50 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi saat berkunjung ke SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur yang ada di Tlogowaru, Kota Malang, Selasa (16/1/2018)KOMPAS.com/Andi Hartik Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi saat berkunjung ke SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur yang ada di Tlogowaru, Kota Malang, Selasa (16/1/2018)

MALANG, KOMPAS.com – Kepala Staf TNI Angkatan Laut ( KSAL) Laksamana Ade Supandi mengatakan, jumlah pekerja Indonesia yang berpraktisi di laut masih sedikit.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2012, lanjut dia, tenaga kerja yang berpraktisi di laut hanya berjumlah 2,3 juta orang.

Menurut Ade, jumlah itu sangat minim lantaran Indonesia merupakan negara maritim. Seharusnya jika ingin mengelola laut dengan bagus, lanjut dia, jumlah tenaga kerja yang berpraktisi di laut setidaknya berjumlah 25 juta orang.

“Kita tahu bahwa BPS tahun 2012, tenaga kerja kita yang berpraktisi di laut itu hanya 2,3 juta. Artinya hanya 1 persen. Kalau kita ingin membangun negara yang bagus mengelola laut, paling tidak itu 10 persenlah. 10 persen artinya apa, 25 juta orang,” katanya saat mengunjungi SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur yang ada di Kelurahan Tlogowaru, Kota Malang, Selasa (16/1/2018).


(Baca juga: Cerita Panglima TNI "Ngerjain" Kapolri, KSAD, dan KSAL Saat Naik Sukhoi)

Oleh karena itu, Ade berharap hadirnya SMA Negeri Taruna Nala yang berada di bawah pembinaan TNI AL mampu mencetak generasi muda yang handal dalam aspek kemaritiman.

“Kita tidak punya sekolah ketarunaan aspek maritim yang jadi unggulan. Dengan adanya sekolah ini diharapkan kita mendapatkan generasi muda yang mampu meneruskan kejayaan Majapahit, meneruskan kejayaan Sriwijaya dan mengisi apa yang dibutuhkan Presiden,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ade meninjau seluruh tempat dan ruangan yang ada di komplek sekolah tsrebut. Termasuk ruang kelas, perpustakaan hingga ke lokasi yang rencananya akan dibangun kolam renang untuk siswa.

Ade menyebut, sekolah itu sudah memilik fasilitas yang bagus. Hanya saja, sekolah tersebut belum memiliki kolam renang untuk siswa. Padahal, sebagai sekolah yang ada di bawah pembinaan TNI AL, seluruh siswa diwajibkan bisa berenang.

“Tidak ada alasan alumni SMA Negeri Taruna Nala tidak bisa renang. Kalau perlu setiap kenaikan tingkat ada tes renangnya. Mereka harus betul–betul bisa menaklukkan air. Jadi jangan sampai menjadi takut, lihat air takut. Tidak, dia menjadi kehidupan. Nenek moyang kita itu pelaut. Cucunya jadi wartawan,” ungkapnya.

Sekolah berbasis ketarunaan di bawah pembinaan TNI AL yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Sabtu (3/6/2017) lalu.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorCaroline Damanik
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X