Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar Mulai Eksekusi Penataan Sungai Citarum

Kompas.com - 16/01/2018, 14:47 WIB
Suasana pemandangan Sungai Citarum di kawasan Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (15/1). Pemerintah melalui Badan Pembangunan dan Perencanaan Nasional (Bappenas) akan kembali melanjutkan program revitalisasi Sungai Citarum pada Februari 2018 dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat serta industri yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Citarum. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww/18. Raisan Al FarisiSuasana pemandangan Sungai Citarum di kawasan Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (15/1). Pemerintah melalui Badan Pembangunan dan Perencanaan Nasional (Bappenas) akan kembali melanjutkan program revitalisasi Sungai Citarum pada Februari 2018 dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat serta industri yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Citarum. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww/18.
|
EditorErwin Hutapea

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengeksekusi program penataan Sungai Citarum yang menyandang predikat sebagai sungai paling tercemar di dunia.

Sosialisasi program dan persiapan rapat terbatas kabinet tentang penataan Citarum dilakukan di Gedung Sate, Kota Bandung, yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menko Polhukam Wiranto, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, serta dihadiri oleh kepala daerah yang wilayahnya dilewati oleh Sungai Citarum.

“Citarum sungai terjorok di seluruh dunia. Dampaknya sangat besar untuk kesehatan. Bulan Februari kita bisa eksekusi rencana ini,” kata Luhut dalam pidatonya, Selasa (16/1/2018).

Luhut menambahkan, untuk menata serta membersihkan Sungai Citarum yang memiliki panjang 297 kilometer, selain Kemenko Kemaritiman dan Pemprov Jawa Barat, beberapa instansi juga bakal dilibatkan, seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kementerian PU-Pera, Bappenas, kepolisian, TNI, kejaksaan, serta beberapa pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat.

“Masalah di republik ini kerjaan tidak terintegrasi, semua mau jalan sendiri sendiri. Sekarang semua dibuat terpadu,” tuturnya.

Baca juga: Benahi Sungai Citarum, ADB Tawarkan Pinjaman Rp 200 Triliun

Luhut menjelaskan, program penataan dan pembersihan Sungai Citarum bakal dibuat payung hukumnya dalam peraturan presiden (Perpres) yang akan ditandatangani Presiden Jokowi di Bandung, malam nanti.

“Beliau akan kasih approval walaupun sebenarnya beliau sudah tahu, tapi resminya beliau harus tahu. Nantinya beliau setuju atau enggak dibuat perpres dan drafnya. Kalau setuju, ya jalan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wiranto mengatakan bakal membantu program penataan dan penanganan Sungai Citarum dengan cara mengerahkan aparat penegak hukum untuk memberantas praktik-praktik pelanggaran hukum.

“Saya hadir di sini karena ada kavling yang beririsan. Banyak masalah hukum yang mengganggu DAS Citarum akan saya sikat dengan hukum. Maka, kita perlu kerja sama terpadu. Semua manusia yang melewati Citarum ini harus membela,” ungkap Wiranto.

Baca juga: Banyak Mahasiswa Ingin Bantu Citarum, tapi Wadahnya Ga Ada

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengklaim bahwa penanganan sampah di Sungai Citarum terbilang berhasil melalui beberapa tindakan. Namun, masalah besar yang masih belum bisa diselesaikan adalah masalah pembuangan limbah.

“Dua tahun lalu Citarum jadi sungai terkotor di dunia sampai-sampai bisa jalan di atas sampah. Saat ini sampah sudah hilang secara signifikan. Sekarang Sungai Citarum jadi sungai terhitam di dunia karena aliran limbah dan banjir yang belum mereda,” ujarnya.

Deddy menambahkan, fokus penataan Sungai Citarum saat ini adalah meningkatkan kualitas air agar ke depan masyarakat bisa kembali memanfaatkan air Sungai Citarum untuk minum dan sumber air bersih.

“Kita harapkan Citarum jadi sungai terbersih di Jawa Barat. Saat ini Citarum sudah sangat mengerikan. Tanpa kerja sama baik, kita tidak berharap hasil optimal,” tuturnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X