Warga Domisili di Luar Bogor Kini Bisa Buat SIM di Polresta Bogor Kota

Kompas.com - 16/01/2018, 13:45 WIB
Sejumlah anggota masyarakat sedang membuat surat izin mengemudi (SIM) secara online di Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) Kedung Halang Polresta Bogor Kota, Selasa (16/1/2018). KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSejumlah anggota masyarakat sedang membuat surat izin mengemudi (SIM) secara online di Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) Kedung Halang Polresta Bogor Kota, Selasa (16/1/2018).
|
EditorErwin Hutapea

BOGOR, KOMPAS.com - Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) Kedung Halang Polresta Bogor Kota mulai menerapkan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) secara elektronik atau online.

Dengan demikian, warga yang berdomisili di luar Kota Bogor pun bisa memperpanjang dan membuat SIM baru di Polresta Bogor Kota dengan persyaratan yang sudah ditentukan. Warga pun menyambut antusias pelayanan SIM secara online ini.

Lina Novita (30), misalnya. Warga Ciheuleut, Kecamatan Bogor Timur, ini mengapresiasi langkah kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam membuat atau memperpanjang SIM.

Menurut dia, dengan SIM online ini, warga menjadi sangat terbantu. Pembuatannya pun menjadi lebih mudah dan tidak perlu mengantre lama.

"Tadi pas datang ke sini, baru tahu ada launching SIM online. Terus ada fasilitas pojok baca sama ruang bermain anak. Apresiasi untuk Polresta, jadi masyarakat terbantu dan nyaman," kata Sundari saat ditemui di Mapolresta Bogor Kota, Selasa (16/1/2018).

Baca juga: Pembuatan SIM Online Diuji Coba di Polres Karawang

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota Komisaris Polisi Bramastyo Priadji mengatakan, selain untuk memerangi calo, layanan SIM online ini juga menjadi salah satu program unggulan kepolisian untuk mewujudkan polisi yang profesional dan tepercaya.

Bramastyo menuturkan, dengan penerapan aplikasi secara online, maka seluruh masyarakat yang berdomisili di mana saja bisa membuat ataupun memperpanjang SIM di Satpas Online Kedung Halang Polresta Bogor Kota.

"Syaratnya harus punya e-KTP karena sudah teregistrasi di Disdukcapil dan ada nomor induk kependudukan (NIK) di database-nya," kata Bramastyo.

Bramastyo mengklaim, melalui layanan SIM online ini, masyarakat hanya perlu waktu sekitar 1,5 jam untuk mendapatkan SIM baru. Sedangkan biaya pembuatan untuk SIM A sebesar Rp 120.000 dan SIM C Rp 100.000.

"Nanti pemohon daftar terlebih dulu. Setelah itu masuk ke ruangan verifikasi, nanti dapat barcode. Kemudian pemohon melakukan tes teori dan praktik, lalu terakhir foto," tuturnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Regional
Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Regional
Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Regional
KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

Regional
Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X