Kompas.com - 15/01/2018, 18:20 WIB
Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Barat Oleh Soleh (tengah) saat menghadiri panen raya bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Ciamis, Jawa Barat, dua bulan lalu. Dok Pribadi Oleh SolehKetua Fraksi PKB DPRD Jawa Barat Oleh Soleh (tengah) saat menghadiri panen raya bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Ciamis, Jawa Barat, dua bulan lalu.
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat Oleh Soleh meminta pemerintah harus berhati-hati dalam memutuskan impor beras.

Hal itu terkait dengan rencana pemerintah melalui Kementerian Perdagangan yang akan mengimpor 500.000 ton beras dari Thailand dan Vietnam pada akhir Januari 2018.

Oleh mengatakan, jangan sampai berita keputusan impor ini membuat resah masyarakat dan petani, sehingga harga gabah anjlok saat panen raya yang akan segera digelar.

Dia menyebutkan, di Jawa Barat saat ini harga gabah di tingkat petani sedang bagus. Gabah kondisi basah dijual antara Rp 6.400 sampai Rp 6.700 per kilogram.

"Petani yang panen lagi menikmati harga tersebut. Karena, harga saat ini yang tertinggi selama kurun waktu lima tahun terakhir," kata Oleh melalui pesan tertulis kepada Kompas.com, Senin (15/1/2018).

Namun, kata Oleh, saat ini harga gabah anjlok akibat isu impor beras. Berdasarkan informasi yang didapatnya, harga gabah dengan kondisi bagus saat ini berkisar antara Rp 5.400 hingga 5.800 per kilogram.

Baca juga : Kabar Impor Sebabkan Harga Beras di Karawang Turun

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Oleh, impor beras bisa dilakukan jika produksi beras di dalam negeri memang mengalami kekurangan. Sedangkan saat ini, dia menilai produksi beras masih cukup.

"Selama ini, para petani juga sedang berusaha keras menggiatkan peningkatan produksi padi. Jika impor beras hanya karena masalah harga beras yang naik di pasaran, maka yang harus diperbaiki adalah tata kelola distribusi beras," tandas pria kelahiran Pamijahan, Tasikmalaya, ini.

Apalagi, lanjut Oleh, pada Februari mendatang akan mulai ada panen di sejumlah daerah. Saat panen, harga gabah dan beras akan turun lagi.

Baca juga : Fadli Zon Sebut Ada 4 Kejanggalan dalam Rencana Impor Beras

Oleh menandaskan, Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan impor beras ini. Harus ada sinkronisasi dan sinergi antara Kementerian Perdagangan dengan Kementerian Pertanian dalam hal kebijakan swasembada dan kedaulatan pangan kita.

"Jadi solusinya harus tiada hari tanpa panen. Pembangunan infrastruktur petanian juga harus‎ lebih konsisten, disertai dengan perbaikan sistem informasi harga. Sistem administrasi perdagangan pun harus dibenahi baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Kompas TV Impor beras dikritisi karena dilakukan jelang masa panen.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.