Pemkab Nunukan Kesulitan Keuangan, Kontraktor yang Belum Dibayar Dipermudah Berutang ke Bank

Kompas.com - 13/01/2018, 08:12 WIB
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan Muhammad Sufyang. Kesulitan keuangan membuat Pemerintah Kabupaten Nunukan kesulitan membayar pengerjaan sejumlah proyek. Pemda memberikan kemudahan kepada kontraktor untuk mengajukan pinjaman kepada pihak bank hingga pemda bisa melunasi pembayaran proyek tahun 2017 tersebut. KOMPAS.com/SUKOCOKepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan Muhammad Sufyang. Kesulitan keuangan membuat Pemerintah Kabupaten Nunukan kesulitan membayar pengerjaan sejumlah proyek. Pemda memberikan kemudahan kepada kontraktor untuk mengajukan pinjaman kepada pihak bank hingga pemda bisa melunasi pembayaran proyek tahun 2017 tersebut.
|
EditorErwin Hutapea

NUNUKAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami kesulitan membayar kegiatan pengerjaan infrastruktur yang dikerjakan oleh sejumlah kontraktor karena masalah keuangan.

Para kontraktor diberi kemudahan untuk mengajukan pinjaman ke bank daerah dengan surat keterangan dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan Muhammad Sufyang mengatakan, kemudahan peminjaman kredit kepada kontraktor untuk menalangi pembayaran utang kontraktor guna melakukan pekerjaan proyek tahun 2017.

“Saya memberikan keterangan itu bahwa proyek ini memang ada, angka sekian. Kasihan kontraktor banyak pinjaman di luar,” ujar Sufyang, Jumat (12/1/2018).

Baca juga: Mulai 2018, Pemanfaatan Dana Desa Tak Boleh Gunakan Kontraktor Luar

Sufyang menambahkan, Pemkab Nunukan saat ini masih memiliki utang kepada kontraktor sebesar Rp 40 miliar dari total Rp 50 miliar anggaran untuk pembangunan infrastruktur tahun 2018. Pengembalian utang kontraktor kepada bank akan dilakukan setelah pemerintah daerah mendapat transfer dari pemerintah pusat.

“Kalau nanti kita ada uang kita cairkan, ya nanti bank yang utang itu sesuai dengan pinjamannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, puluhan kontraktor datang ke kantor Bupati Nunukan pada pertengahan Desember 2017 menuntut agar proyek yang mereka kerjakan dibayar tahun itu juga. Mereka beralasan pembayaran tersebut untuk menutup utang yang mereka ambil guna membiayai proyek yang mereka kerjakan. Defisit keuangan menjadi alasan pemerintah daerah menjanjikan pembayaran pada tahun 2018.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X