Di Hadapan Para Santri, Menlu Retno Kisahkan Perjuangan Diplomasi Indonesia - Kompas.com

Di Hadapan Para Santri, Menlu Retno Kisahkan Perjuangan Diplomasi Indonesia

Kompas.com - 12/01/2018, 22:46 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi di Ponpes Al Muayyad Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018).KOMPAS.com/Labib Zamani Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi di Ponpes Al Muayyad Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi bercerita banyak tentang politik luar negeri Indonesia dihadapan para kiai dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muayyad Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018).

"Saya ingin bercerita begini. Para kiai dan anak-anak semua, tahun 2017 diplomasi kita, kita tutup dengan dua hal. Yaitu perjuangan diplomasi kita untuk mendukung perjuangan Palestina dan perjuangan kita untuk membantu perdamaian di Afghanistan," kata Menlu saat berkunjung di Ponpes Al Muayyad di Solo, Jumat.

Dua hal tersebut, sambung Menlu, merupakan perjuangan diplomasi Indonesia menutup akhir 2017 yang menyangkut kepentingan umat. Di awal 2018, tepatnya di hari keempat tahun baru 2018, dirinya melakukan kunjungan kerja ke Filipina Selatan.

Kunjungan kerja yang dimaksud adalah melakukan kerja sama dalam bidang pendidikan Islam antara Indonesia dengan Filipina Selatan. Dalam kerja sama ini Indonesia menawarkan beberapa kerja sama antara lain, kurikulum, pertukaran guru, dan para santri.

(Baca juga : Ketika Menlu Diberondong Pertanyaan soal Konflik Israel dan Palestina )

"Di sini (Ponpes Al Muayyad) kalau ada santri terbaik bisa kita berikan kesempatan untuk menjadi bagian dari pertukaran para santri ke luar negeri. Untuk bercerita mengenai masalah Indonesia. Di sana bisa bercerita mengenai pelajaran Islam yang adik-adik semua pelajari," bebernya.

"Insya Allah ke depan akan ada program-program seperti itu (pertukaran santri). Kita melihat membela kepentingan umah ini menjadi elemen yang sangat penting bagi pilitik luar negeri Indonesia," tambah Menlu.

Menurut dia, membela kepentingan umah penting dilakukan karena banyak kesalahan interpretasi mengenai Islam. Islam kadang-kadang di salah diartikan. Padahal Islam itu adalah perdamaian.

"Indonesia adalah negara yang paling besar penduduk muslim. Jadi, kita memiliki tanggung jawab untuk meluruskan potret-potret yang salah mengenai Islam. Islam yang damai, itu perlu terus disemai dan ditebarkan. Dan Indonesia memiliki kapasitas untuk itu," pungkasnya.

Kompas TV Apresiasi diberikan oleh menlu Jordania dan Palestina.


EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya

Korban Racun Saraf Novichok di Inggris Keluar dari Rumah Sakit

Korban Racun Saraf Novichok di Inggris Keluar dari Rumah Sakit

Internasional
Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Tunggu Hasil Evaluasi Simulasi Lalu Lintas

Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Tunggu Hasil Evaluasi Simulasi Lalu Lintas

Megapolitan
Alat untuk Kurangi Bau Kali Item Akan Dievaluasi Sebelum Dipakai ke Lokasi Lain

Alat untuk Kurangi Bau Kali Item Akan Dievaluasi Sebelum Dipakai ke Lokasi Lain

Megapolitan
KPK Segel Sel di Lapas Sukamiskin karena Tak Ada Penghuninya

KPK Segel Sel di Lapas Sukamiskin karena Tak Ada Penghuninya

Nasional
Roy Suryo: Banyak Anggota DPR Artis Tak Bisa Lepaskan Keartisannya

Roy Suryo: Banyak Anggota DPR Artis Tak Bisa Lepaskan Keartisannya

Nasional
Korban Penipuan Modus Raja Minyak Lapor Polisi, Bawa Bukti 3 CCTV

Korban Penipuan Modus Raja Minyak Lapor Polisi, Bawa Bukti 3 CCTV

Megapolitan
Perludem Ungkap Sejumlah Alasan Perpindahan Kader Partai Jelang Pemilu

Perludem Ungkap Sejumlah Alasan Perpindahan Kader Partai Jelang Pemilu

Nasional
Kalapas Sukamiskin Diamankan KPK, Kakanwil Jabar Bakal Tunjuk Plh

Kalapas Sukamiskin Diamankan KPK, Kakanwil Jabar Bakal Tunjuk Plh

Regional
Penyintas Suku Amazon Ini Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun

Penyintas Suku Amazon Ini Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun

Internasional
Sudirman Said Prihatin Mendengar Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK

Sudirman Said Prihatin Mendengar Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK

Nasional
Jatuh ke Kolam Penuh Limbah, Seorang Karyawan di Sunter Tewas

Jatuh ke Kolam Penuh Limbah, Seorang Karyawan di Sunter Tewas

Megapolitan
Sudirman Said Yakin Jusuf Kalla Tak Ambisius untuk Bisa Jadi Cawapres

Sudirman Said Yakin Jusuf Kalla Tak Ambisius untuk Bisa Jadi Cawapres

Nasional
OTT di Lapas Sukamiskin, KPK Amankan Penyelenggara Negara dan PNS

OTT di Lapas Sukamiskin, KPK Amankan Penyelenggara Negara dan PNS

Nasional
Video Antrean Pendaki di Puncak Gunung Prau Viral, Ini Kata Pengelola

Video Antrean Pendaki di Puncak Gunung Prau Viral, Ini Kata Pengelola

Regional
Pengajuan JK Jadi Pihak Terkait Uji Materi Syarat Cawapres Dipertanyakan

Pengajuan JK Jadi Pihak Terkait Uji Materi Syarat Cawapres Dipertanyakan

Nasional

Close Ads X