Ketika Menlu Diberondong Pertanyaan soal Konflik Israel dan Palestina - Kompas.com

Ketika Menlu Diberondong Pertanyaan soal Konflik Israel dan Palestina

Kompas.com - 12/01/2018, 20:21 WIB
Menlu, Retno Marsudi audiensi bersama pengasuh Ponpes Al Muayyad, KH Abdul Rozaq Shofawi dan pengurus lain di Ponpes Al Muayyad di Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018) petang.KOMPAS.com/Labib Zamani Menlu, Retno Marsudi audiensi bersama pengasuh Ponpes Al Muayyad, KH Abdul Rozaq Shofawi dan pengurus lain di Ponpes Al Muayyad di Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018) petang.

SOLO, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muayyad Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018) petang. Rombongan Menlu tiba di Ponpes Al Muayyad disambut lantunan salawat para santri.

Pantauan Kompas.com, Menlu bersama rombongan disambut pengasuh Ponpes Al Muayyad, KH Abdul Rozaq Shofawi. Kunjungan Menlu berlangsung sekitar satu jam. Sebelum berdiskusi dengan para santri, Menlu beraudiensi dengan pengasuh dan pengurus pondok.

Menlu kemudian menuju serambi masjid pondok untuk berdiskusi dengan para santri dan memberi kesempatan para santri untuk bertanya. Sebagian besar santri menanyakan tentang konflik antara Israel dan Palestina.

"Tujuan kita ke sini untuk bersilaturahmi dan bertukar pikiran mengenai politik luar negeri kita. Menyangkut anak-anak sekolah di SMP, SMA, dan mahasiswa," kata Retno seusai berdiskusi dengan para santri Ponpes Al Muayyad di Solo, Jumat.

(Baca juga : Militer Israel Disebut Bunuh 8 Warga Sipil Palestina Tak Bersenjata )

Menlu menjelaskan mengenai kebijakan luar negeri di Palestina, Afghanistan, PBB, dan lainnya. Melalui penjelasan itu, para santri mengerti tentang kebijakan luar negeri.

"Karena pondok ini selain belajar masalah ilmu agama, juga dibekali dengan ilmu lain. Jadi, intinya begitu," ungkap dia.

Pengasuh Ponpes Al Muayyad, KH Muhammad Dian Nafi mengungkapkan, kedatangan Menlu ke ponpes sangat penting untuk mengenalkan diplomasi publik terhadap masyarakat. Baik masyarakat keagamaan, masyarakat kesenian, masyarakat profesi, dan masyarakat akademik.

"Semua harus masuk ke dalam bidang yang sangat penting, diplomasi publik. Kalau kita semakin terbuka dengan negara-negara lain, bahkan termasuk soal visa, kunjungan. Maka kita harus mengisinya dengan muatan diplomasi publik," tutupnya.

Kompas TV Remaja 17 tahun ini tewas ditembak tentara Israel dalam unjuk rasa, Rabu (3/1) lalu.


EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya

Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Tunggu Hasil Evaluasi Simulasi Lalu Lintas

Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Tunggu Hasil Evaluasi Simulasi Lalu Lintas

Megapolitan
Alat untuk Kurangi Bau Kali Item Akan Dievaluasi Sebelum Dipakai ke Lokasi Lain

Alat untuk Kurangi Bau Kali Item Akan Dievaluasi Sebelum Dipakai ke Lokasi Lain

Megapolitan
KPK Segel Sel di Lapas Sukamiskin karena Tak Ada Penghuninya

KPK Segel Sel di Lapas Sukamiskin karena Tak Ada Penghuninya

Nasional
Roy Suryo: Banyak Anggota DPR Artis Tak Bisa Lepaskan Keartisannya

Roy Suryo: Banyak Anggota DPR Artis Tak Bisa Lepaskan Keartisannya

Nasional
Korban Penipuan Modus Raja Minyak Lapor Polisi, Bawa Bukti 3 CCTV

Korban Penipuan Modus Raja Minyak Lapor Polisi, Bawa Bukti 3 CCTV

Megapolitan
Perludem Ungkap Sejumlah Alasan Perpindahan Kader Partai Jelang Pemilu

Perludem Ungkap Sejumlah Alasan Perpindahan Kader Partai Jelang Pemilu

Nasional
Kalapas Sukamiskin Diamankan KPK, Kakanwil Jabar Bakal Tunjuk Plh

Kalapas Sukamiskin Diamankan KPK, Kakanwil Jabar Bakal Tunjuk Plh

Regional
Penyintas Suku Amazon Ini Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun

Penyintas Suku Amazon Ini Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun

Internasional
Sudirman Said Prihatin Mendengar Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK

Sudirman Said Prihatin Mendengar Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK

Nasional
Jatuh ke Kolam Penuh Limbah, Seorang Karyawan di Sunter Tewas

Jatuh ke Kolam Penuh Limbah, Seorang Karyawan di Sunter Tewas

Megapolitan
Sudirman Said Yakin Jusuf Kalla Tak Ambisius untuk Bisa Jadi Cawapres

Sudirman Said Yakin Jusuf Kalla Tak Ambisius untuk Bisa Jadi Cawapres

Nasional
OTT di Lapas Sukamiskin, KPK Amankan Penyelenggara Negara dan PNS

OTT di Lapas Sukamiskin, KPK Amankan Penyelenggara Negara dan PNS

Nasional
Video Antrean Pendaki di Puncak Gunung Prau Viral, Ini Kata Pengelola

Video Antrean Pendaki di Puncak Gunung Prau Viral, Ini Kata Pengelola

Regional
Pengajuan JK Jadi Pihak Terkait Uji Materi Syarat Cawapres Dipertanyakan

Pengajuan JK Jadi Pihak Terkait Uji Materi Syarat Cawapres Dipertanyakan

Nasional
Kain Waring Dipasang di Dekat Tempat Makan Atlet

Kain Waring Dipasang di Dekat Tempat Makan Atlet

Megapolitan

Close Ads X